Sopir yang Ditelanjangi di Adisutjipto Sempat Diminta Beli Materai Rp100 Ribu

YOGYA, KRJOGJA.com – Raut wajah pria 32 tahun yang bernama Frikal masih terlihat lesu Selasa (20/6/2017) siang ketika bertemu wartawan dalam agenda konferensi pers bersama Paguyuban Pengemudi Online Jogjakarta (PPOJ). 

Berulang kali meminta wartawan mengaburkan wajahnya karena merasa malu dengan insiden yang dialaminya di Bandara Adisutjipto Minggu (18/6/2017) karena ditelanjangi di depan umum dan mendapat stigma sebagai maling. 

Frikal menjelaskan saat kejadian baru saja menurunkan penumpang di terminal B Adisutjipto dan hendak keluar dari area bandara. Namun saat itu sedang macet dan ada pengalihan jalur sehingga kendaraan keluar harus melewati parkir utara bandara yang berdekatan dengan pintu kedatangan. 

"Saat itu aplikasi saya masih posisi standby dan settingan auto bid, jadi otomatis jika ada orderan langsung nyantol dan kebetulan ada yang order di lokasi di mana saya antri karena macet. Penumpang itu melihat mobil saya dan berusaha naik, tapi saya bilang jangan karena ini zona merah," ungkapnya. 

Baca Juga

Paguyuban Pengemudi Online Kecam Aksi Sopir Ditelanjangi di Adisutjipto

Polisi Dalami Kasus Sopir Taksi Online Ditelanjangi di Adisutjipto

 

 

Dalam hitungan detik saat Frikal sedang meminta penumpang jangan naik dan harus berjalan hingga kantor Imigrasi DIY, beberapa orang langsung mendatanginya dan memintanya untuk turun dari mobil. "Saya dipiting dan dibilang maling itu benar, saya sudah meminta maaf, mengakui kesalahan dan bersedia dibawa sesuai prosedur, tapi tetap dibully. Hanya satu oknum itu saja waktu itu," imbuhnya. 

Setelah dipermalukan dengan ditelanjangi setengah badan, diminta menyanyikan Garuda Pancasila. Sempat pula berteriak minta maaf dan mencium patung selamat datang. Selanjutya diminta untuk ikut ke kantor Intel POM AU untuk membuat surat pernyataan tak akan mengulangi lagi mengambil penumpang di bandara. "Saat itu diminta untuk beli materai Rp 100 ribu oleh oknum tersebut, tapi saya tetap tandatangan di atas surat yang tanpa materai. Saat itu saya harus ke ATM dulu karena di dompet hanya tinggal Rp 11 ribu," ungkapnya lagi. 

Akibat kejadian tersebut, Frikal sendiri sempat takut untuk pulang pada istrinya di rumah. Bahkan, hingga sehari semalam mengalami tekanan psikologis hingga akhirnya memberanikan diri pulang setelah istrinya mengetahui kejadian dari video yang viral di sosial media. 

Sekjen PPOJ Yaser Arafat  siap mengusut tuntas ksus tersebut karena adanya keterlibatan otoritas bandara yang meminta uang yang dinilai sebagai pungutan liar. "Entah dia dari apa tapi dia jelas bagian dari bandara. Apalagi meminta uang materai dan kita sudah tekad mengusut hingga tuntas apalagi korban mengalami kerugian psikologis," terangnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI