Sri Muslimatun Ajak Pemilih Bersikap Rasional dan Realistis

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pasangan calon bupati/wakil bupati Sleman Sri Muslimatun-Amin Purnama (MuliA) mengajak masyarakat untuk rasional dan realistis dalam menilai program kerja setiap kontestan. Pasalnya, momentum kontestasi politik kerap menjadi ‘bualan’ para kontestan untuk berjanji dan mencitrakan diri dengan berlebihan, bahkan cenderung tidak realistis.

“Saya ingin mengajak masyarakat rasional, tidak termakan pencitraan dan janji yang berlebihan. Biasanya para kontestan menjual programnya tanpa konsep yang jelas,” ujar Muslimatun kepada awak media disela kunjungannya di Pasar Gamping, Jumat (13/11/2020).

Bagi Muslimatun, aspek rasional dan realistis telah diformulasikan ke dalam program unggulannya, yakni ‘Mbangun Dusun Nganti Wangun’. Program yang disusun bersama tim pakar telah memenuhi aspek rasional (kemampuan anggaran) dan aspek realistis (pelaksanaannya). Program yang disusun berdasarkan analisis berbasis akademik akan mengaloasikan Rp 100 juta perdusun pertahun.

“Saya sudah mengkaji dengan tim pakar. Dengan kapasitas APBD Sleman dan belanja di OPD, anggaran Rp 100 juta perdusun pertahun adalah refocusing. Seluruh anggaran dari program di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan difokuskan kepada program ini. Jadi, bukan semata-mata alokasi anggaran baru, yang biasanya memakan waktu lama dan belum tentu implementatif,” katanya.

Muslimatun meyakini, pembangunan dari dusun merupakan fondasi untuk pembangunan skala makro. Dengan fokus pembangunan mulai dari dusun, target pemerataan dapat terlaksana dan akan memberi peluang ekonomi lokal berkembang.

“Pembangunan dari dusun merupakan fondasi untuk pembangunan skala makro. Skema belanja di semua OPD nantinya akan terkonsolidasi dalam program ‘Mbangun Dusun Nganti Wangun’ tadi. Nantinya jika dusun memiliki infrastuktur yang baik, ekonomi lokal akan mudah berkembang,” jelas Muslimatun.

Lebih lanjut, keberpihakan kepada masyarakat dusun adalah upaya membangun program berbasis masyarakat. WakilBupati Sleman non aktif itu berharap, masyarakat harus sadar dan mencermati aspekrasional dan realistis sebuah program agar tidak salah pilih. Terlebih di masa jabatan yang hanya 3,6 tahun, Kabupaten Sleman butuh pemimpin yang berpengalaman.

“Masa jabatan hasil Pilkada 2020 yang hanya 3,6 tahun. Faktor pengalaman akan menentukan percepatan pembangunan,” ujar pakar kesehatan masyarakat itu. (Has)

BERITA REKOMENDASI