Sri Muslimatun Beri Perhatian Lebih Terhadap Kesehatan Ibu dan Anak

SLEMAN, KRJOGJA.com – Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyatakan kesehatan ibu dan anak itu penting untuk menyiapkan SDM yang unggul di masa mendatang.  Maka gizi yang cukup dalam masa kehamilan merupakan keharusan.

“Dimulai dari 1.000 hari pertama kehidupan. Mengasuh bayi itu dimulai sejak dia ada di dalam kandungan, sedini mungkin,” ungkap Sri Muslimatun. Proses perkembangan janin dalam kandungan harus selalu dipantau. Seluruh upaya ini, agar tidak ada anak stunting atau kondisi gagal pertumbuhan pada anak.

Sri Muslimatun yang sebelum berkarir sebagai Wakil Bupati Sleman memang konsen terhadap kesehatan ibu dan anak ini mengatakan anak kurang gizi berarti pertumbuhannya berkurang, termasuk pertumbuhan otak. Maka dari itu, paling mudah, murah dan berguna untuk bayi ya air susu ibu (ASI), eksklusif enam bulan.

“ASI itu tidak tergantikan. Setelah enam bulan ada makanan pendamping ASI,” ungkap Sri Muslimatun yang dikenal sebagai Ibune Wong Sleman ini.

Salah satu program yang diluncurkan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak adalah inovasi pengembangan kelas ibu hamil berbasis teknologi yang dinamakan Sekolah Komplementer Cinta Ibu (SEKOCI).

Tujuannya untuk mengajarkan teknik relaksasi, mengurangi ketidaknyamanan dan mencegah komplikasi selama kehamilan hingga masa nifas serta bayi baru lahir.

Inovasi ini pertama kali diterapkan di Kabupaten Sleman, tepatnya di Desa Condongcatur Kecamatan Depok oleh Puskesmas Depok II bekerjasama dengan Tim Inisiator SEKOCI yang merupakan dosen Universitas Respati Yogyakarta. Materi yang diajarkan yaitu massage ibu dan bayi, yoga, aromaterapi dan self healing. (Apw)

BERITA TERKAIT