Sri Sultan HB X Membaur dengan Warga, Bagikan Udik-udik

SLEMAN (KRjogja.com) – Warga Desa Trihanggo Gamping Sleman tumpah ruah bersuka cita mengikuti Pawai Budaya dalam rangka Merti Desa Trihanggo 2016, Minggu (28/8/2016). Berbagai potensi budaya dan perekonomian yang dimiliki desa dikeluarkan dan dipertontonkan sepanjang rute pawai, mulai lapangan Dusun Kronggahan, melewati Jalan Kabupaten dan berakhir di Lapangan Desa Trihanggo.

Peserta pawai budaya terdiri delapan Bregodo Keprajuritan yang ada di Desa Trihanggo antara lain Bregodo Kyai Reges dan Bregodo Sureng Pati. Selain itu diikuti 18 kelompok budaya dari 12 pedukuhan seperti Kesenian Jathilan dan Buto Krincing. Disela iring-iringan pawai diusung sejumlah Ogoh-ogoh raksasa dan 6 Gunungan hasil bumi. Pawai budaya bertambah semarak dengan ikut bergabungnya 2 marching band dari AAU dan Akademi Militer Magelang.

Pawai Budaya dan Merti Desa Trihanggo dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan HB X didampingi GKR Hemas, Bupati Sleman Sri Purnomo serta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Daerah DIY. Dalam acara tersebut, Sultan menyempatkan berdialog dengan perwakilan warga dari Gapoktan dan kelompok seni budaya. Sultan juga menanam dua pohon di sisi timur lapangan yakni Pohon Kepel dan Sawo Kecik. Kedua pohon tersebut bermakna ngempelke becik atau mengumpulkan kebaikan-kebaikan. Sebelum meninggalkan lokasi acara, Sultan membagikan/menyebar uang koin 'Udhik-udhik' ditengah kerumunan warga senilai Rp 700.000. Angka tujuh bermakna pitu atau pitulungan (pertolongan), acara ditutup rayahan gunungan.

"Pawai budaya dalam rangka merti desa ini bertujuan untuk nguri-uri kebudayaan sebagai salah satu pilar keistimewaan Yogyakarta. Selain itu, menjadi sarana pemersatu seluruh elemen masyarkat, sehingga berdampak positif bagi pembangunan desa. Kebudayaan sarat dengan tata nilai yang sangat penting untuk membentuk karakter manusia yang berbudi pekerti luhur," terang Kepala Desa Trihanggo Herman Budi Pramono kepada KRjogja.com disela acara. (R-2)

 

BERITA REKOMENDASI