STTN Wisuda 118 Mahasiswa Nuklir

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN) Kamis (29/08/2019) mewisuda 118 mahasiswa yang terdiri dari 32 wisudawan program studi Teknokimia Nuklir, 42 wisudawan program studi Elektronika Instrumentasi dan 44 wisudawan program studi Elektro Mekanika. STTN-BATAN siap menjawab tantangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai sumber energi bersih di kota yang akan disebut City in the Forest tersebut.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengungkap beberapa waktu lalu pihaknya sudah pernah berdiskusi dengan Pemda Kalimantan Timur terkait pemanfaatan teknologi nuklir. Saat ini dengan adanya kepastian pemindahan ibukota ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara yang masuk wilayah Kalimantan Timur maka kebutuhan pasokan energi akan semakin besar.

Baca juga :

Rusia Kini Miliki Reaktor Nuklir Terapung
Lulusan Teknik Nuklir UGM jadi Kepala BATAN

“BATAN sudah coba studi awal tapak di Kalimantan Timur dan Barat beberapa tahun lalu dan sudah masuk melalui kesehatan juga pertanian. Samarinda sudah punya rumah sakit dengan teknologi nuklir. Pertanian juga Padi BATAN di tanam Kalimantan Timur termasuk di Penajam. Kalau masuk di energi mudah-mudahan masyarakat di sana tidak asing,” ungkap Anhar pada wartawan usai wisuda.

Terkait PLTN, BATAN mengatakan hingga kini belum ada pembicaraan lanjutan dengan Pemda Kalimantan Timur. Namun demikian, apabila nantinya benar akan dibangun maka BATAN siap melakukan transfer teknologi di lokasi tersebut termasuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Saat ini dari negara G-20, hanya Indonesia yang belum punya PLTN. Negara lain sudah berupaya memaksimalkan energi mix baik dari fosil, baru maupun terbarukan dan nuklir merupakan energi baru yang bersih. (Kalau dengan konsep ibukota cerdas) akan sangat kolaboratif bersinergi denganhidro, gas, batu bara dan minyak bumi tentu saja,” tandas dia.

Sementara Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putera menambahkan dari 118 mahasiswa yang diwisuda terdapat 45 mahasiswa yang memperoleh predikat cumlaude (lulus dengan pujian) yakni 11 mahasiswa program studi Teknokimia Nuklir, 20 mahasiswa program studi Elektronika Instrumentasi dan 14 mahasiswa program studi Elektro Mekanika. Selain itu, pada tahun ini, STTN juga meluluskan 10 mahasiswa penerima beasiswa dari Provinsi Kalimantan Barat.

“STTN menjadi satu-satunya perguruan tinggi vokasi yang menyelenggarakan pendidikan di bidang teknologi nuklir sekaligus penyedia SDM nuklir yang terdidik, terlatih, dan tersertifikasi dengan kompetensi khusus dan siap kerja di semua bidang yang memanfaatkan iptek nuklir. Tahun 2020 kami akan berubah menjadi Politeknik di mana saat ini upaya penyelesaian naskah akademik terus dilakukan,” tandas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI