Suami di Lapas, Istri Malah Jadi Kurir Sabu

SLEMAN, KRJOGJA.com – Seorang ibu dari tiga orang anak, RM (40) asal Lampung, ditangkap karena menjadi kurir narkoba jenis sabu. Dari tangan ibu rumah tangga (IRT) itu, Satresnarkoba Polres Sleman menyita sabu seberat 526 gram yang disimpan dalam plastik kemasan teh.

“Tersangka RM kami amankan di sebuah minimarket berjejaring di wilayah Boyolali, Jawa Tengah. Penangkapan terhadap RM, hasil pengembangan tersangka yang kami amankan sebelumnya berinisial JR. Suamindari RM, saat ini ada di sebuah Lapas di Jawa Tengah karena tersandung kasus narkoba,” ungkap Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Andyka Doni saat jumpa pers di Mapolres Sleman, Selasa (25/8).

Kasat menjelaskan, sebelum ditangkap, RM mengambil sabu dari seseorang di Jakarta. Menempuh perjalanan darat, RM bermaksud ke Yogya untuk menyerahkan sabu kepada pengedar. Sebelum pergi ke Yogya, tersangka terlebih dahulu transit di Boyolali, Senin (17/8) sekitar pukul 22.45. Petugas yang sudah mengawasi gerak-gerik RM, langsung mengamankannya. Saat ditangkap, tersangka membawa tas yang di dalamnya berisi plastik ukuran besar kemasan teh hijau. Setelah dibuka, plastik berisi sabu seberat setengah kilogram lebih.

“RM sudah sekitar satu tahun lamanya menjadi kurir narkoba dengan imbalan sekali jalan mengantarkan narkoba sebesar Rp 10 juta. Motifnya, memang ekonomi dan suaminya ada di lapas karena tersandung kasus narkoba,” ungkap Andyka didampingi Kasubag Humas Iptu Edy.

Kasat enggan menyebutkan nilai ekonomis barang haram tersebut. Hanya saja menurutnya, dengan digagalkannya peredaran sabu seberat setengah kilogram lebih itu, dapat menyelamatkan 5.260 orang dari bahaya narkoba.

Diungkapkan Andyka, sabu itu rencananya akan diedarkan di Yogya dan dipecah dalam paket hemat. “Sudah beberapa kali tersangka menjadi kurir narkoba dan sekali membawa barang seberat 500 gram ke atas. Ada yg dibawa ke Jawa Tengah, sedangkan saat kami tangkap, sabu yang ia bawa hendak diedarkan di Yogya,” urainya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2), pasal 112 (2), pasal 127 (1) a Undang-undang Narkotika ancaman maksimal 20 tahun.
Tersangka RM mengatakan, mengenal dunia gelap narkoba dari teman suaminya. Ia kemudian nekat menjadi kurir narkoba karena terdesak kebutuhan ekonomi. “Suami kan ada di penjara, kalau tidak begini nanti anak diberi makan apa,” tandasnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI