Subardi Gagas Normalisasi Demokrasi Melalui Konsolidasi Total

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sejak awal tahun 2021, berbagai isu sosial politik mewarnai kehidupan demokrasi di Indonesia. Sebut saja soal program vaksin nasional yang sempat ditentang dengan seruan ‘kampanye antivaksin’, kontroversi aktivis Permadi Arya versus Natalius Pigai, perdebatan tentang pelaksanaan Pilkada Serentak, isu kudeta Partai Demokrat, hingga Junta Militer di Myanmar.

Sederet peristiwa maupun isu tersebut turut memanaskan suhu politik dan demokrasi. Merespon fenomena ini, Anggota DPR RI F-NasDem, Subardi menilai perlu adanya normalisasi demokrasi agar masyarakat lebih dewasa dan bijaksana. Caranya dengan konsolidasi total antar elemen bangsa.

“Perlu normalisasi demokrasi dengan cara konsolidasi total. Semua elemen bangsa harus terlibat, merekatkan lagi ruang-ruang rivalitas yang sempat memanas. Ini bisa kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat,” kata Subardi dalam sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Hotel Merapi – Merbabu Sleman, Minggu (07/02/2021).

Subardi mencontohkan konsolidasi total merupakan strategi yang dilakukan para pendiri bangsa untuk menormalkan iklim demokrasi. Beberapa tokoh seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sjahrir dan Agus Salim yang berhasil melakukan normalisasi demokrasi, meski saat awal kemerdekaan situasi politik sangat kacau.

“Kita perlu refleksi sejarah bahwa konsolidasi total berhasil menormalkan demokrasi. Tengoklah pemikiran Bung Karno, Hatta, Sjahrir yang terbuka dan tetap solid sekalipun bangsa ini pernah berganti dari Republik ke Serikat (RIS), maupun Presidensial ke Parlementer. Dengan konsolidasi, mereka berhasil memperbaiki iklim demokrasi,” jelas Ketua DPW NasDem DIY itu.

Melalui sosialisasi 4 pilar, Subardi mengingatkan pentingnya nilai persatuan dan nasionalisme, sebagaimana dimuat sila Ketiga Pancasila. Ia menilai anomali dalam berdemokrasi bisa diselesaikan dengan semangat persatuan.

“Demokrasi kita berbasis nasionalisme. Apapun persoalannya, jangan sampai merobek semangat persatuan. Jika pun terjadi persoalan, solusinya menormalkan demokrasi dengan semangat persatuan,” kata Subardi di hadapan peserta virtual.

Rencananya, Mbah Bardi, sapaan akrabnya, akan menggagas acara konsolidasi total dengan melibatkan seluruh elemen seperti Anggota Dewan Fraksi NasDem se DIY, pengurus dan kader Partai NasDem, kepala daerah, tokoh agama dan perwakilan masyarakat. Acara nanti akan digelar virtual dan tatap muka dengan pembatasan sesuai protokol kesehatan.

“Iya, nanti di pertengahan Februari. Acara ini penting untuk normalisasi demokrasi, apalagi di Yogya baru saja tiga kabupaten menggelar Pilkada. Tentunya masih ada sekat-sekat di masyarakat akibat perbedaan pilihan. Yang jelas, kami ingin demokrasi bukan sekedar kontestasi, tetapi sebagai energi yang menyatukan bangsa,” pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI