Sudah SP3, Perkara Dibuka Kembali

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Perkara dugaan penipuan atau penggelapan dengan terdakwa SG (32) warga Semarang dibuka kembali oleh Polres Sleman dan sekarang ini sudah disidangkan. Padahal terhadap perkara ini sebelumnya pernah dikeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Alasan penyidik membuka perkara ini hasil putusan praperadilan, sementara diduga tidak ada gugatan praperadilan di PN Sleman terkait perkara ini.

Penasehat hukum terdakwa Dr HD Djunaedi SH SpN dan Andreas Haryanto SH CN, mengungkapkan awalnya terdakwa ini dilaporkan oleh Muhammad Syarif Hidayat dengan dugaan penipuan atau penggelapan. Kemudian penyidik Polres Sleman pada 4 Desember 2017 menerbitkan SP3 dengan alasan tidak cukup bukti.

"Kagetnya pada 15 November 2018, terdakwa ditangkap dan langsung ditahan di Mapolres Sleman. Terdakwa dituduh melakukan penipuan atau penggelapan atas laporan Muhammad Syarif Hidayat," ungkapnya saat membacakan eksepsi di PN Sleman di hadapan majelis hakim yang diketuai Erma Suharti SH, Senin (14/01/2018).

Selang beberapa hari, perkara ini dinyatakan P21 dan dilimpahkan ke PN Sleman. Bahkan sekarang ini sudah disidangkan. Ternyata alasan penyidik membuka kembali perkara ini adanya putusan sidang praperadilan terhadap SP3. "Putusan praperadilan itu dicantumkan dalam berkas perkara yang menyatakan SP3 tidak sah dan penyidikan harus dilanjutkan," ujarnya.

Anehnya, dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Sleman, tidak ditemukan putusan praperadilan perkara tersebut. Bahkan informasi dilingkungan Polda DIY, juga tidak ada gugatan praperadilan terhadap SP3 perkara tersebut.

"Untuk itu kami meminta kepada majelis hakim mengabulkan permohonan eksepsi. Kemudian membatalkan surat dakwaan dan membebaskan terdakwa," tegasnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI