Sultan: Penyerapan Danais Tak Terbatas Kebudayaan

SLEMAN (KRjogja.com) – Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengakui, selama ini penyerapan Dana Istimewa (Danais) di semua kabupaten/kota di Yogyakarta tidak maksimal. Dikarenakan pemahaman masyarakat jika Danais hanya dapat dimanfaatkan untuk seni dan budaya saja.
 
“Bisa dimanfaatkan untuk yang lain. Mulai dari pertanahan, hingga pembangunan sarana prasarana atau infrastuktur lainnya,” kata Sultan saat syawalan dan silaturahmi Forkomimda, pejabat dan tokoh masyarakat Sleman di pendopo rumah dinas bupati, Senin (1/8/2016). Ikut mendampingi Sultan, GKR Hemas serta Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X beserta istri, GBRAy Atika PA X.
 
Untuk Kabupaten Sleman, Sultan mencontohkan daerah lereng merapi. Beberapa desa wisata atau tempat yang pada dasarnya dapat dimanfaatkan untuk tempat wisata. Jika memang pengembangan wisatanya terkendala sarana prasarana, seperti jalan rusak. Maka Danais dapat dimanfaatkan untuk perbaikan jalan.
 
Contoh lain dengan membangun tempat singgah atau homestay. Bisa juga mengembangkan koperasi. “Jangan fokus ke kesenian saja. Selain itu juga jangan berasumsi jika kebudayaan itu sebatas upacara saja. Tapi dapat dikembangkan ke yang lain,” tegasnya.
 
Sultan mencontohkan Kabupaten Gunungkidul. Banyaknya objek-objek wisata baru disana, ternyata memunculkan keluhan dari wisatawan. Terutama masih banyaknya jalan sempit untuk menuju tempat wisata tersebut. Lalu Pemkab setempat berinisatif untuk melakukan pelebaran jalan dan menggunakan danais untuk pembebasan tanah. Bagi Sultan itu tidak masalah.

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat, diharapkan dapat lebih kreatif. Terutama dalam hal pemanfaatan Danais agar dapat lebih optimal. (Awh)

BERITA REKOMENDASI