Tak Temukan PCC Saat Razia, Polda Pastikan DIY Aman

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jajaran Reserse Narkoba Polda DIY bersama Balai Pengawasan Obat Makanan (POM) menggelar razia obat keras golongan G 25 September 2017 lalu. Hasilnya, tim gabungan tidak menemukan adanya indikasi penjualan pil Paracetamol Caffeine dan Carisoprodol (PCC) yang marak disalahgunakan di beberapa daerah Indonesia.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda DIY AKBP Baron Wuryanto kepada wartawan Jumat (29/9/2017) mengungkap dari total 8 penyedia obat baik apotek dan toko di wilayah DIY pihaknya tidak menemukan adanya PCC. “Kami lakukan razia di Kota Yogyakarta, Sleman dan Kulonprogo bersama Balai POM DIY dan memang tidak ditemukan adanya obat berbahaya PCC yang beberapa waktu terakhir marak beredar di daerah lain,” terangnya.

Baron juga menyampaikan bawasanya pihaknya tetap melakukan operasi memastikan pil PCC dan obat keras golongan G lainnya tak disalahgunakan di wilayah DIY. Hal tersebut dikarenakan polisi sejak awal 2017 lalu terpaksa menyita lebih dari 27 ribu obat golongan G yang disalahgunakan oleh para pengguna.

“Kami waspadai juga peredaran secara online karena selama ini obat-obatan tersebut didapatkan para pelaku yang kami amankan dari luar wilayah dengan melalui jasa pengiriman paket. Peredaran secara tertutup inilah yang juga kami waspadai dan anggota di lapangan di seluruh Polres terus bergerak,” sambungnya.

Meski tak menemukan PCC, polisi merilis hasil operasi serta razia sejak delapan bulan terakhir yang mendapatkan 27.853 butir obat-obatan golongan G ilegal seperti Camlet, Yarindo dan Riklona. "Penggunaan obat-obat seperti itu harus dengan resep dokter tapi ternyata disalahgunakan. Ada 149 tersengka dengan kebanyakan usia 20-24 tahun sebanyak 100 orang," pungkas Baron. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI