Takut Kena Marah Istri, Driver Ojol Ini Mengarang Cerita Jadi Korban Kejahatan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Mabuk dan wajah babak belur akibat berkelahi dengan teman, membuat AK (24) takut kena marah istri. Akhirnya, pria warga Yogya itu mengarang cerita seolah baru saja menjadi korban kejahatan jalanan saat sedang mencari nafkah.

Drama kriminalitas yang ia karang pun, akhirnya viral di medsos setelah dishare oleh beberapa akun. Bahkan, wajah lebam dan luka di bagian mata AK, juga terpampang di medsos tersebut. Apesnya, ulah tak patut yang dibuat AK terbongkar, sehingga kini ia harus berurusan dengan polisi.

Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi SIK menjelaskan, terbongkar kasus itu berawal dari penyelidikan terkait postingan di medsos. Dalam postingan di beberapa akun medsos itu, diceritakan saat AK yang sedang mengantar makanan, dipepet oleh 8 orang yang mengendarai 4 motor berboncengan dan membawa sajam.

AK kemudian mengaku dipukuli menggunakan kunci inggris saat melintas di Blimbingsari. Postingan itu pun kemudian viral dengan ribuan like dan ribuan komentar dari para netizen.

“Kami membentuk tim gabungan, kemudian berhasil mengetahui keberadaan AK. Pra rekonstruksi langsung dilakukan, namun kami menemukan banyak kejanggalan. Akhirnya AK mengakui hanya mengarang cerita menjadi korban kejahatan jalanan,” kata Dirreskrimum di Mapolres Sleman, Sabtu (16/04/2022).

Ade mengatakan, dari pengakuan AK, diperoleh keterangan jika ia sengaja mengarang cerita menjadi korban kejahatan jalanan. Itu dilakukan karena ia takut dengan istri dan dinilai tidak bekerja dengan baik jika mengetahui dirinya baru saja mabuk-mabukan dan babak belur karena berkelahi.

Perkelahian diawali saat AK dan beberapa teman satu profesi termasuk AP, nongkrong di Jalan Kaliurang, Selasa (13/04/2022). Selanjutnya mereka menenggak minuman keras jenis jambu klutuk.

Selanjutnya AP bercerita kalau sedang mempunyai masalah dengan calon istrinya. AK lantas menyela dengan agak memaksa untuk bercerita tentang masalah tersebut, tapi AP tidak terima.

Keduanya kemudian cekcok dan AP memukul AK dengan tangan kosong. Setelah terjadi pemukulan, AP meminta maaf dan permasalahan itu dianggap selesai.

Setelah itu, AK pulang ke rumah dan cerita kepada istrinya kalau menjadi korban kejahatan jalanan. Tidak hanya dengan istrinya, AK juga membuat cerita bohong kepada teman-teman satu pekerjaannya.

“Kami juga menemukan fakta, adanya komunikasi antara AK dan AP yang intinya, mereka sepakat jika ini kejadian kejahatan jalanan. Motif kejadian ini karena AK takut dimarahi istrinya, dianggap tidak kerja, dianggap main-main karena sejak pukul 23.00 hingga Subuh, mereka hanya minum dan nongkrong,” tandasnya.

Ade menyebut, cerita yang dikarang oleh AK merupakan persoalan serius. Mengingat, cerita itu viral dan seolah situasi di DIY tidak baik dan seolah-olah terjadi kasus yang meresahkan masyarakat.

Dengan terbongkar kasus itu, kini penyidik tengah mendalami dan jika ditemukan unsur  pidana, akan diproses agar menimbulkan efek jera. “Jika masuk pidana, akan disangka antara lain Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946, ancaman hukuman maksimal 10 tahun,” pungkasnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI