Taman Tebing Breksi Dilengkapi Fasilitas Difabel

SLEMAN, KRJOGJA.com –  Pembenahan dan penambahan fasilitas terus dilakukan di objek wisata Taman Tebing Breksi. Kali ini berupa fasilitas bagi pengunjung pengandang disabiltias. 

Dua akses jalan tersebut berada di sisi atas mengarah ke tempat kuliner dan bagian bawah. Sebelum proses pembangunan, pihak pengelola terlebih dahulu browsing tetang aturan jalan untuk difabel. Sesuai standar internasional, sudut kemiringan adalah 7 derajat dengan lebar jalan 100 sentimeter. Selain itu, pengelola juga berkoordinasi dengan pihak terkait. 

"Kita buat lebarnya 120 sentimeter sepanjang 10an meter. Kalau yang atas setidaknya bisa sampai ke mushola. Saat kini proses pengerjaannya sudah selesai 80 persen dan ditargetkan akhir bulan ini sudah selesai," kata Ketua Pengelola Taman Tebing Breksi Kholik Widianto, Rabu (17/1).

Berawal dari rasa empati pengelola terhadap pengunjung Taman Tebing Breksi yang menggunakan kursi roda. Ketika ingin menikmati kuliner, mereka harus dibantu oleh saudara atau dengan pihak pengelola. Selain itu juga ada masukan dari Dinas Pariwisata (Dispar) DIY. Lalu diputuskan untuk membuat akses ini.

Selain jalan, pengelola juga akan membuat toilet yang aksesibel. Dimana pintu masuknya lebih lebar dibanding yang sekarang. Toilet tersebut akan dibangun di bawah dekat tempat parkir kendaraan roda empat. Jadi tidak lantas membongkar atau merenovasi toilet yang ada sekarang. Namun akan kita bangunan sendiri.

"Kami ingin Taman Tebing Breksi ini dapat dinikmati oleh semua kalangan. Termasuk pengunjung yang disabilitas. Kami juga siap menerima masukan terkait hal ini agar kedepan dapat lebih baik," jelasnya.

Pembangunan toilet khusus penyandang disabilitas tersebut akan dibangun setelah pembuatan jalur difabel selesai. Dan ditargetkan bulan depan juga sudah siap dimanfaatkan oleh pengunjung.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tlatar Seneng Desa Sambirejo Mujimin mengapresiasi langkap pengelola Taman Tebing Breksi. Karena itu juga menjadi bagian dari Sapta Pesona, yakni ramah tamah.

"Tujuan dari ramah tamah itu khan menciptakan lingkungan yang ramah bagi berlangsungnya kegiatan kepariwisataan. Selain itu juga mampu menawarkan suasana yang akrab, bersahabat serta seperti di 'rumah sendiri' bagi wisatawan," katanya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI