Tambah Pengetahuan Mitigasi Bencana di Museum Prof Dr Sarwidi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Gempa bumi menjadi bencana alam yang tidak bisa dihindari masyarakat. Namun yang lebih penting yakni bagaimana masyarakat menyiapkan diri dalam menghadapi gempa. Di Museum Gempa Prof Dr Sarwidi masyarakat bisa mendapatkan wawasan tentang mitigasi bencana alam serta bangunan rumah rakyat tahan gempa (barrataga).

Prof Dr Sarwidi yang juga merupakan Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini mengatakan, di museum tersebut masyarakat bisa mendapat wawasan tentang seluk beluk gempa dan rumah tahan gempa untuk mengurangi korban jiwa. "Museum ini bisa digunakan untuk edukasi mengurangi resiko bencana. Gempa itu bukan musuh tapi sahabat manusia," jelas Sarwidi saat dikunjungi rombongan Dinas Pariwisata DIY Rabu (31/08/2016).

Museum gempa sudah tujuh tahun berdiri dan baru satu tahun berada di Dusun Ngalangan, Kaliurang Timur, Pakem, Sleman. Setelah bergabung dengan paket wisata di kawasan Kaliurang, jumlah pengunjung mulai mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Ir Aris Riyanta MSi menambahkan keberadaan museum gempa ini sangat bermanfaat bagi semua kalangan baik pelajar, mahasiswa maupun umum. Agar lebih dikenal, lanjut Aris, museum gempa harus bekerjasama dengan obyek wisata lainnya di kawasan Kaliurang. Seperti museum gunung api merapi, obyek wisata Kaliurang serta Merapi adventure.

"Pihak museum juga bisa berkolaborasi dengan travel agen dan tujuan wisata lainnya yang berada di satu kawasan. Museum ini satu-satunya di Indonesia sehingga sudah menjadi sesuatu yang unik dan berbeda. Hal tersebut menjadi selling point atau daya pikat tersendiri," bebernya.

Museum gempa Prof Dr Sarwidi buka setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Pengunjung cukup membayar uang retribusi sebesar Rp 5.000 per orang dan bisa mendapat banyak pengetahuan tentang bencana gempa. (*-1)

BERITA REKOMENDASI