Tampil Cantik Tetap Harus Pengawasan Dokter

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Klinik kecantikan semakin berkembang seiring dengan tuntutan kebutuhan penampilan seseorang. Namun tak semua klinik kecantikan benar-benar ditangani secara profesional apalagi dibawah pengawasan dokter. Karena iming-iming harga murah serta berbagai program yang ditawarkan, tak jarang seseorang tergiur untuk dapat memperoleh kecantikan secara instan namun mengabaikan sisi kesehatan.

Dokter kecantikan Lulusan Fakultas Kedokteran UGM, dr Hj Gadis Frinawati MPH mengatakan tidak semua tindakan boleh dilakukan oleh seorang beautician atau ahli kecantikan. Ada beberapa tindakan tidak diperbolehkan dilakukan oleh beautician dan hanya bisa dikerjakan seorang dokter.

Dokter yang kini sedang mengambil pendidikan Aesthetic di New York Amerika Serikat ini mencontohkan, sulam alis maupun bibir hal tersebut boleh dilakukan oleh seorang beautucian. Namun tetap sebelum melakukan tindakan harus berkonsultasi dengan dokter.

Namun untuk botox (menghilangkan kerutan wajah) maupun filler (memperbaiki estetika wajah), tindakan ini hanya boleh dilakukan oleh seorang dokter. Karena dalam tindakan ini dilakukan suntikan di wajah serta menyangkut titik-titik syaraf.

“Dalam tindakannya kita melakukan suntikan dengan dosis tertentu sesuai dengan kondisi seseorang. Jika sudah melakukan penyuntikan  ke dalam tubuh, ini merupakan kompetensi dokter. Jadi jangan mau jika ada klinik yang menawarkan botox dan filler namun tindakan dilakuan oleh seorang beautician,” kata dr Gadis dalam workshop kencantikan bertema ‘Aesthetic Milik Wanita dan Pria’ yang digelar di Universitas Amikom Yogyakarta, Senin (24/09/2018).

Dikatakan dokter muda berparas cantik ini, baik botox maupun filler keduanya tidak bersifat permanen dan dalam kurun waktu tertentu bagian tubuh yang diubah dapat kembali ke bentuk awal. Jadi secara kesehatan terjamin dan tak akan memberikan efek samping seperti operasi plastik maupun suntik silicon.

“Untuk botox dan filler kurang lebih akan bertahan selama enam bulan. Jadi setelah kembali ke bentuk semula, seseorang bisa melakukan (suntikan) kembali. Namun jika sudah dirasa cukup dan kembali bentuk semula, maka bisa menghentikannya,” jelas pemilik Sabrina Beauty Care tersebut.

Dalam kesempatan ini dr Gadis juga menyampaikan, sebelum seseorang memutuskan untuk melakukan tindakan mengubah penampilan hendaknya tetap harus melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Selain itu ia berpesan agar memilih klinik kecantikan yang terpercaya dan dibawah pengawasan dokter.

Sementara itu aktor ganteng Bertrand Antolin yang turut hadir dalam workshop ini mengatakan kecantikan kini tak hanya milik perempuan saja, melainkan juga kaum pria. Kebutuhan era modern seperti sekarang ini menuntut seseorang untuk tampil sempurna dimanapun berada.

“Pandai, cantik maupun ganteng saja tidak cukup tanpa ditunjang dengan penampilan. Dalam menghadapi dunia kerja misalnya, kita harus selalu berpenampilan menarik,” kata aktor yang pernah membintangi film ‘Ganteng Ganteng Serigala’ tersebut.

Ia juga mengatakan dalam merawat tubuh sebenarnya dapat dilakukan sendiri yakni dengan pola makan maupun tidur secara teratur, berolah raga serta rajin cuci muka dan mandi. Namun jika memang harus melakukan perawatan, hendaknya memilih klinik maupun maupun produk-produk kecantikan yang terpercaya.

“Untuk memilik produk kecantikan, dapat mencari produk yang memang telah diakui secara internasional. Jika telah beredar secara internasional setidaknya produk tersebut telah memiliki izin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) negara setempat,” jelasnya.

Bertrand juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tak mudah percaya dan termakan iklan suatu produk kecantikan. Menurutnya belum tentu produk yang ditawarkan oleh perusahaan kecantikan mampu mengubah wajah menjadi seperti aktor maupun aktris dalam iklan tersebut. (Van)

BERITA REKOMENDASI