Tankaman, Spot Baru “View Merapi” di Kaliurang 

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Lokasi wisata baru tumbuh di tengah terjangan pandemi Covid-19, salah satunya di kawasan Kaliurang, Hargobinangun, Pakem Sleman. Adalah Tankaman Natural Park, salah satu ruang alami baru untuk menikmati pemandangan Merapi di tepi lereng jurang Kali Kuning.

Lokasinya tidak jauh dari Tugu Urang, Kaliurang hanya sekitar 900 meter saja ke arah timur. Lokasinya cukup tersembunyi, saat ini hanya bisa diakses menggunakan sepeda atau sepeda motor saja, meski juga bisa menggunakan mobil meski harus berputar jalan.

Tankaman menarik, namanya pun diambil dari Wetan Pemakaman karena memang lokasinya yang cukup dekat dengan pemakaman desa setempat. Namun, ketika kita tiba maka akan terbius dengan pemandangan yang mengarah langsung ke Merapi.

Saat fase erupsi efusif seperti saat ini, kita bisa melihat langsung guguran awan panas saat mengarah ke barat daya, begitu pula ketika ada guguran ke tenggara atau hulu Gendol. Di pagi hari saat cuaca cerah tanpa kabut, kita bisa menyaksikan dengan mata telanjang, bagaimana fenomena alam Gunung Merapi itu.

Di sisi timur Kali Kuning, kita bisa melihat Jembatan Plunyon yang ikonik. Kita pun bisa berfoto mengabadikan momen dengan latar indah yang alami, dari hutan rakyat Kaliurang itu.

Tankaman yang berjarak 6 kilometer dari puncak Merapi ini mulai tersebar dari mulut ke mulut di kalangan pesepeda. Di pagi hari, biasanya banyak yang gowes hingga tempat tersebut, dengan sambutan teg hangat dipadu gorengan dari warung yang dikelola warga Kaliurang Timur itu.

Daryono, salah satu wisatawan yang juga konten kreator ketika ditemui KRjogja.com, Sabtu (2/4/2022) mengatakan Tankaman menjadi salah satu ruang menarik untuk menikmati alam Merapi. Di lokasi tersebut, ia bisa melihat keindahan Merapi dan guguran awan panas saat cuaca cerah.

“Biasanya pagi kalau ke sini, sebelum kabut atau awan menutupi Merapi. Akan sangat indah kalau sejak dinihari hari cerah maka bisa melihat lelehan lava pijar kalau sampai di sini pukul 04.00 sampai 05.00 WIB,” ungkapnya.

Di Tankaman, menurur Daryono, biasanya pengelola yang merupakan warga setempat menyajikan makanan dan minuman untuk para pengunjung. Harganya murah karena dikelola sendiri oleh warga dan untuk masuk ke kawasan Tankaman pun tidak dikenakan biaya, hanya dana seikhlasnya untuk menjaga kawasan tetap asri.

“Kalau saya sebagai wisatawan dan kreator, harapannya keasrian Tankaman ini bisa dipertahankan karena bagaimanapun hal yang asri ini akan sangat luar biasa. Untuk wisatawan, jelas untuk ikut menjaga alam dengan tidak meninggalkan sampah di kawasan ini,” tandas warga Plosokuning ini.

Di momen bulan Ramadhan, tampaknya Tankaman bisa jadi wisata alam pilihan di pagu hari setelah Sahur, atau ngabuburit menjelang buka puasa. Jadi, tertarik untuk berkunjung? Jangan lupa bawa pulang kembali sampahmu ya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI