Tatanan Normal Baru, Prostitusi dan Miras Mulai Menggeliat

SLEMAN,KRJOGJA.com – Sempat tiarap selama pandemi Covid-19, kini penyakit masyarakat (pekat) kembali menggeliat. Baik perjudian, narkoba, minuman keras (miras) maupun praktik prostitusi. Hal itu terungkap saat rilis kasus Operasi Pekat Progo 2020 yang digelar Polda DIY, Senin (13/7). Selama 10 hari menggelar operasi, Polda DIY dan jajarannya berhasil mengungkap 86 kasus.

“Dari 86 kasus yang kami ungkap, berhasil mengamankan 122 orang tersangka dengan barang bukti 964 item. Para tersangka dan barang bukti ini dari beberapa kasus yakni perjudian, miras, prostitusi, narkoba hingga kejahatan jalanan,” ungkap Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto SIK.

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria mengatakan, dari para tersangka yang diamankan, dua di antaranya merupakan pelajar yang kedapatan menjual miras. Keduanya mengaku sudah 6 bulan terakhir menjual miras dengan sistem cash on delivery (COD) dengan pelanggannya yang juga berstatus pelajar maupun bukan. Keuntungan yang besar, membuat kedua pelajar itu nekat berjualan miras di tengah pandemi Covid-19. “Sehari mereka bisa menjual 2 hingga 3 botol miras, dengan keuntungan tiap botolnya bisa Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Bagi seorang pelajar, keuntungan tersebut kan lumayan,” urainya.

BERITA REKOMENDASI