Terkait Kondisi Merapi, Monyet Ekor Panjang Mulai Turun

SLEMAN, KRJOGJA.com – Monyet ekor panjang yang biasa berkeliaran di lereng Gunung Merapi mulai turun. Diduga binatang mamalia yang memiliki nama latin Macaca Fascicularis tersebut mulai tidak nyaman dengan kondisi Gunung Merapi.

Kera tersebut terpantau di Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) yang berada di Jalan Kaliurang Km 22,6 Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem atau 8 kilometer dari puncak Merapi. Ada tiga ekor kera jantan yang terpantau oleh petugas Balai TNGM sekitar pukul 10.00 WIB.

Selang 40 menit kemudian, seekor monyet kembali muncul dari atas Pohon Kweni. Lalu turun di pagar balai dan mendekat ke arah tanaman lain dan makan. "Jangan diganggu. Biarkan kera-nya makan terlebih dahulu. Bisa jadi karena lapar," kata Kepala Balai TNGM Ammy Nurwati, Kamis (24/5/2018).

Baca Juga : 

Status Merapi Naik, Aktivitas Bandara Adisutjipto Masih Normal
DIY Siapkan 'Nafas Panjang' Ikuti Merapi
Kunjungi BPPTKG DIY, Sultan: Warga Sudah Hafal dengan Merapi

Setelah makan Biji Turi, kera itu turun ke arah parkiran kendaraan dan pergi dengan sendirinya. Ammy mengatakan,selain karena mulai tidak nyaman dengan kondisi gunung, monyet-monyet tersebut tersebut diperkirakan turun untuk mencarin makanan. Karena objek wisata Tlogo Muncar serta Tlogo Nirmolo sudah dinyatakan tertutup bagi wisatawan. "Itu buah Pepayanya terlihat ada bekas gigitan," ujarnya.

Di sekitar objek wisata Kaliurang tepatnya di Tlogo Putri memang sering tampak segerombol monyet. Mereka biasa mendapatkan makanan dari wisatawan. "Mungkin karena tidak ada yang memberi makan, jadinya turun," ungkap Ammy.

Sebelumnya dari Balai TNGM juga sudah mengeluarkan surat edaran berupa himbauan kepada masyarakat agar bisa bersikap bijak jika mengetahui ada pergerakan satwa. Jika masyarakat melihat ada satwa yang melintas cukup dihalau atau dibiarkan saja. (Awh)

 

BERITA REKOMENDASI