Teror Molotov Masih Misterius, Polda DIY Dukung Penuh Polres

Editor: KRjogja/Gus

GAMPING, KRJOGJA.com – Petugas Satreskrim Polres Sleman dan Polda DIY terus melakukan penyelidikan terkait teror pelemparan bom molotov di Dusun Pasekan Kidul, Balecatur, Gamping, Sleman yang terjadi Rabu (11/12), dinihari. Kasus ini adalah yang keempat selama setahun ini di Gamping dan sampai kini belum ada yang terungkap.

 

Seperti dilansir dari Harianmerapi.com, paska kejadian, setidaknya lima orang saksi telah diperiksa dalam perkara ini. Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo kepada wartawan, Kamis (12/12) mengatakan, penyelidikan belum mengarah ke pelaku pelemparan. “Masih dalam penyelidikan, belum mengarah ke pelaku. Mohon doanya saja,” beber AKP Rudy saat dikonfirmasi.

Selain itu, dikatakan Rudy, Tim Labfor Cabang Semarang juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah barang bukti seperti korden, pecahan kaca dan sisa bahan bakar sudah dibawa tim labfor.

“Labfor sudah mengambil kain yang digunakan untuk membersihkan sisa bahan bakar untuk bisa menentukan jenis bahan bakar yang digunakan,” katanya.

Sementara saat disinggung mengenai aksi perusakan yang terjadi di warung makan Padang pada hari yang sama, Rudy mengaku masih didalami kaitannya dengan aksi lempar molotov. Jarak lokasi dua kejadian itu sejauh 500 meter. “Kemarin sudah kita lakukan olah TKP, karena korban juga belum melapor,” ujar Rudy.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menambahkan, beberapa kasus pelemparan bom molotov terjadi di Gamping dan sampai sekarang belum terungkap.
“Setelah sekian kali kejadian, kami berjanji akan membackup penuh Polres untuk pengungkapan pelemparan bom molotov,” tegas Yuli.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, setidaknya ada empat kasus pelembaran bom molotov di wilayah Gamping selama 2019. Korbannya mulai dari rumah warga biasa, sampai perangkat desa.
Terakhir pelemparan bom molotov menimpa rumah milik Prabowo Wulantopo (47), seorang pamong desa warga Nyampung Balecatur Gamping, Selasa (16/7) pukul 03.00 WIB. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa itu.

Hanya kaca jendala rumahnya pecah, bahkan aksi pelemparan tersebut bukan kali pertama. Sebelumnya pada Bulan Ramadan, aksi serupa juga terjadi. Dia mengaku tidak mengetahui penyeban teror bom molotov yang menimpa keluarganya.

Diberitakan sebelumnya, rumah milik Sunarto (51) warga Pasekan Kidul dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal menggunakan motor matik, Rabu (11/12). Akibat kejadian itu, kaca jendela pecah, serta korden dan kursi terbakar.(Shn)

 

 

BERITA REKOMENDASI