Teten Masduki: UMKM Harus Berani Naik Kelas

 

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sektor UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Saat terjadi krisis ekonomi misalnya krisis ekonomi tahun 1998 ketika banyak perusahaan besar gulung tikar, sektor UMKM mampu bertahan dan menjadi ‘penyelamat’ perekonomian nasional.

“Ekspor UMKM bisa terus tumbuh hingga 350 persen,” terang Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki saat berbicara dalam pembukaan pelatihan bertajuk ‘Kolaborasi untuk #KoperasiKeren dan #UMKMNaikKelas’ di Hotel Grand Tjokro, Jalan Affandi (Gejayan) Depok Sleman, Senin (24/2/2020).

Permasalahan sektor UMKM di Indonesia saat ini, menurut Teten, meskipun jumlah pelaku UMKM sangat banyak, namun dari skala bisnisnya (kue ekonomi yang dikelola) kebanyakan masih kecil/sedikit. Untuk itu diperlukan pendampingan dan pelatihan bagi para pelaku UMKM terkait bisnis model, inovasi dan branding produk. Tak kalah penting pembentukan maindset serta mental pelaku UMKM. “Para pelaku UMKM ini harus berorientasi dan punya keberanian untuk naik kelas,” ujarnya.

Turut mendampingi Teten, Staf Khusus Presiden RI Putri Indahsari Tanjung dan Deputi Bidang SDM Kementerian Koperasi dan UKM Ir Arif Rahman Hakim. Hadir pula Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi, Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman, Pustopo serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY Tri Saktiyana mewakili Gubernur DIY.

Putri Tanjung saat memotivasi para pelaku UMKM mengatakan, untuk dapat maju dan berkembang semua membutuhkan proses. Merintis usaha, ibarat lari maraton yang butuh semangat, konsentrasi dan keuletan mengelola bisnis jangka panjang. Menurut Putri, pengusaha/entrepreneur adalah seseorang yang jeli melihat peluang atau bisa menciptakan peluang. “Untuk meraih sukses, pelaku UMKM harus memiliki pola berpikir (mindset) entrepreneur, selalu menciptakan inovasi produk dan berkolaborasi dengan berbagai pihak terutama kalangan milenial yang punya ide-ide inovatif,” katanya.

Deputi Bidang SDM Arif Rahman Hakim mengatakan, pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, 24-26 Februari 2020 diikuti para pelaku UMKM di Sleman dan sekitarnya sebagai penyangga wisata Borobudur. Pelatihan meliputi vocational bagi UMKM bidang design produk, handycraft dan good manufacturing. Selain itu pelatihan kewirausahaan berbasis manajemen usaha/bisnis bidang fashion, pelatihan manajemen organisasi dan pengelolaan koperasi bidang kuliner, serta pelatihan manajemen SDM berbasis kompetensi bagi homestay dan tourguide.

Menurut Arif, merujuk amanat Perpres, di tahun 2020, target jumlah wirausaha yang mendapat pelatihan sebanyak 57.700 orang. Pemerintah juga menargetkan meningkatnya rasio kewirausahaan dari 3,47 menjadi 3,64%, kemudian rasio wirausaha berbasis peluang menjadi 10,30%. “Pelatihan ini merupakan upaya untuk mencapai target tersebut,” katanya. (Dev)

BERITA TERKAIT