‘The Lost World Castle’ Dipasang Papan Peringatan Bahaya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kementrian Agraria dan Tata Ruang (ATR) memasang papan peringatan bahaya di lokasi yang masih dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, Selasa (5/12/2017). Ada tiga lokasi yang dipasang papan peringatan.

Lokasi pertama yang dituju adalah Rumah Santri di Desa Purwobinangun Pakem. Kedua lokasi pengembangan Hotel Griya Persada Hargobinangun Pakem dan terakhir di The Lost World Castle (TLWC) yang berada di Dusun Patung Desa Kepuharjo Cangkringan. Tidak ada perlawanan dari ketiganya. Hanya muncul nada keberatan dari mereka.

Lokasi TLWC memang sudah lama menjadi polemik. Meski sudah mendapatkan Surat Peringatan (SP) tiga hingga diproses hukum, pengelola seakan ingin melawan pemerintah secara terbuka.

Ahmad Saukani selaku Ketua Paguyuban TLWC mengaku biasa saja saat melihat petugas memasang papan tanda bahaya. Pihaknya juga tahu kalau bangunan itu berada dalam KRB III. Selama tetap waspada, baginya tidak masalah dengan aktivitas di TLWC.

"Tidak ada rencana untuk menghentikan operasional. Karena kami juga tidak bisa melarang pengunjung untuk datang. Kalau ini ditutup lalu yang mau ngasih makan masyarakat sini siapa? Kami ingin solusi dari pemerintah. Sediakan lapangan pekerjaan bagi warga," tegasnya.

Ketiga bangunan itu menurut pengamatan Kementerian ATR sudah jelas melanggar Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. Untuk tahap awal dilakukan pemasangan papan tanda bahaya terlebih dahulu. Sekaligus sebagai edukasi kepada masyarakat, kalau lokasi itu berbahaya.

Menurut Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang Kementrian ATR Suryaman, akan ada empat peringatan dari ringan hingga berat yang diberikan. Untuk pemasangan papan sendiri termasuk peringatan ringan dan administrasi. "Selanjutnya akan kita evaluasi. Kita lihat perkembangan situasinya seperti apa. Kami harap masyarakat juga bisa mendapatkan efek positif dan tahu tentang aturan," jelasnya.(Awh)

 

 

BERITA REKOMENDASI