Tidak Perlu ke Jepang! Di Prambanan Ada Juga ‘Tanbo Art’

INGIN menikmati Tanbo Art? Tidak perlu jauh-jauh terbang ke negeri Sakura. Datang saja ke dusun Bleber Lor Desa Sumberharjo Kecamatan Prambanan Sleman untuk menikmati seni melukis di atas sawah terkenal dari Jepang tersebut.

Adalah Fuad Nasir Al Falaq. Tinggal di desa, otomatis dia setiap hari melihat sawah. Terutama tanaman padi. Hanya saja, hamparan sawah tersebut hanya sebatas untuk pertanian saja. Tanam lalu panen. Begitu seterusnya.

Alumni program studi Pariwisata sebuah kampus di Yogyakarta ini merasa hamparan sawah memiliki potensial untuk 'dijual'. Tidak sebatas dari hasil pertaniannya saja. Dia lalu mengadopsi kesenian dikembangkan petani di Desa Inkadate, Aomori, Jepang pada 1993 tersebut. Dan jadilah Sawah Art Village

.

Sejak tiga bulan terakhir, dia menyulap lahan padi seluas 10×80 meter2 milik orangtuanya menjadi kesenian Tanbo Art

. Saat hendak tanam padi, dia membuat design gambar Panda. Lalu dia tanam padi berwarna Ungu. Ketika padi mulai tumbuh, maka akan terlihat Panda dari ketinggian.

"Kita bangunkan gardu pandang menggunakan bambu. Jadi pengunjung dalam melihat gambar dari ketinggian dan mengambil foto," ujarnya kepada KR

, Minggu (30/9).

Setelah masuk masa panen, padi akan dipanen seperti biasanya. Lalu Fuad membuat design lagi. Kali ini dia ekor bebek. Pemilihan binatang, karena yang mudah. Mengingat ini masih baru. Bahkan untuk motif bebek ini baru dibuka sepekan terakhir.

"Setiap musim tanam, akan dibuat design yang berbeda. Agar pengunjung tidak bosan," kata pria 23 tahun itu.

Sampai saat ini Fuad masih menggunakan lahan pribadi. Kedepan, dia ingin bekerjasama dengan petani sekitar. Karena saat ini sektor pariwisata sedang berkembang. Terutama yang Instagram able

.

Keberadaan Sawah Art Village

menarik perhatian Dwi dan Heni asal Yogyakarta. Mereka merasa, Sawah Art Village

ini unik dan beda dengan objek wisata alam yang lain.

"Media sawah itu biasanya hanya bunga-bunga. Tapi ini beda. Hamparannya luas, ditambah berada di pedesaan. Jadi udaranya segar. Selain foto-foto juga bisa menikmati pengunungan dan tentu saja pepohonan," katanya. (Atiek Widyastuti H)

 

BERITA REKOMENDASI