Tiga Kawasan di Sleman Rawan Konflik

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman memetakan tiga kawasan rawan konflik yang perlu diantisipasi dan diwaspadai. Kerawanan kawasan ini berdasarkan pada pengalaman pemilu serentak pada 2019 lalu. Tiga kawasan yakni Jalan Wates, Balecatur Gamping dan Tambakbayan.

"Berdasarkan pengalaman tahun lalu hingga 17 April lalu sampai Bupati, Kapolsek, Dandim semua berkumpul nongkrong di kawasan Tambakbayan. Konflik kemarin soal warga yang memiliki form A5 namun tidak bisa nyoblos," jelas Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi.

Baca juga :

NPHD Pilkada 2020 di Kabupaten Sleman Resmi Ditandatangani
Gejayan Memanggil 2 Dilakukan Hari Ini, Massa Buat 6 Panggung Orasi

Ditambahkan Trapsi, kerawanan pemilu terbagi atas tiga hal yakni rawan partisipasi rendah, rawan bencana dan rawan konflik. Untuk kerawanan partisipasi rendah diidentifikasikan dengan daerah perkotaan seperti Kecamatan Depok karena angka partisipasi rendah dibanding kecamatan lain.

"Perbandingan di Kecamatan Cangkringan, angka partisipasi 90 persen. Sementara Kecamatan Depok dengan penduduk 101.180 jiwa ini hanya 75 persen di Pemilu 2019. Pada Pemilu 2014 angka partisipasi 73 persen," tambahnya.

Selain itu kerawanan bencana yakni kawasan di sekitar rawan bencana seperti Cangkringan, Pakem dan Turi. Kerawanan konflik juga terjadi di wilayah perbatasan seperti kawasan Prambanan dan Minggir. Antisipasi dengan mengerahkan relawan demokrasi serta Satpol PP untuk sosialisasi di kawasan perbatasan.

Terkait anggaran, ujar Trapsi, pada Maret 2019 KPU mengajukan Rp 49 miliar dengan standar APBN, tetapi diefisiensi dengan standar kemampuan daerah sehingga diputuskan Rp 25,1 miliar. Adapun dampak dari pemangkasan anggaran ialah pada beberapa hal seperti penurunan honorarium panitia adhoc, efisiensi pengadaan logistik dan kegiatan sosialisasi harus disesuaikan dengan kemampuan di Kabupaten Sleman.

Komisioner KPU Divisi Hukum dan Pengawasan Ahmad Baihaqi SAg, menambahkan pembentukan PPK, PPS, KPPS dan Pantarlih pada 1-31 Januari 2020. Sementara penetapan jumlah dukungan perseorangan (independen) ditetapkan pada 26 Oktober 2019. Pendaftaran Cabup-Cawabup Sleman berlangsung pada Juli mendatang. (Aje)

BERITA REKOMENDASI