Tiga Unsur Ini Jadi Kekuatan Keris

KERIS selama ini identik dengan hal-hal berbau mistik. Maka tak heran, jika pecinta keris didominasi orangtua. Bisa juga mereka yang sangat suka dengan kejawen atau yang bersentuhan dengan adat Jawa.

Anggapan tersebut saat ini tidak sepenuhnya benar. Karena sekarang ini banyak terdapat Mpu (pembuat keris) yang hasil karyanya tidak kalah dengan zaman dulu. Apalagi di era teknologi, ada juga mpu yang membuat keris dengan cara tradisional.

Ingin mengangkat keris-keris modern inilah yang melatarbelakangi Yayasan Danurweda untuk menyelenggarakan Pameran Keris Era Kamardikan. Bertempat di Pendopo Jiwangga Spiritual Restort Dusun Sambiroto Desa Purwomartani Kecamatan Kalasan Sleman, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (26-28/08/2016) ini diikuti puluhan paguyuban pecinta keris dari seluruh Indonesia. Total ada 250 keris yang akan dipamerkan.

"Semua yang dipamerkan adalah keris-keris baru. Dalam artian dibuat setelah Indonesia merdeka. Namun ada juga yang dibuat akhir 2015 lalu. Dan ternyata hasilnya tidak kalah indah dengan keris-keris lama," kata Don Haryo salah satu panitia kegiatan.

Beberapa keris terkenal juga ikut dipamerkan dalam kegiatan ini. Seperti Keris Sangklat, Keris Nagasosro hingga Nagasapta yang terbuat dari emas 24 karat. Dimana bagian gagang keris terdapat berliannya. Saat disinggung soal keris yang oleh sebagian orang ada 'isinya' tersebut, dijelaskan Don. Jika ada tiga unsur yang menjadi energi dari sebuah keris. Bahan keris yakni besi, pamor dan doa saat proses pengerjaannya. "Terutama bagi mpu yang proses pembuatan kerisnya masih secara tradisional. Karena ada doa dan harapan dari si mpu. Itulah yang mengesankan keris ada 'isinya'." tegasnya. (Atiek Widyastuti H)

BERITA REKOMENDASI