Tim Gabungan Cek Kondisi Jip Lava Tour

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas lava tour. Hal tersebut sebagai bentuk solidaritas terkait kejadian kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, jika sudah ada yang ada pesanan dari jauh-jauh hari tetap diperbolehkan untuk jalan. Dengan catatan kendaraannya harus dipastikan dalam kondisi prima dan juga berhati-hari selama perjalanan.

“Sebagai bentuk empat. Khusus hari ini (kemarin, red) dihimbau untuk off terlebih dahulu. Sambil menunggu proses evaluasi yang memang sedang dilakukan tim dari Dinas Perhubungan (Dishub) serta kepolisian. Apakah besok (hari ini, red) sudah bisa jalan atau tetap libur terlebih dahulu,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningih dalam jumpa pers di Rumah Dinas Bupati, Rabu (20/6/2018).

Baca Juga: Jeep Lava Tour Masuk Jurang, 1 Penumpang Tewas

Sampai saat ini ada 800 armada jip yang beroperasi di lava tour. Mereka berada di bawah naungan 29 komunitas yang memang jalan sendiri-sendiri. Mulai dari rekrutmen pengemudi, armada hingga memastikan apakah armadanya laik jalan atau tidak. Jumlah armada tersebut naik hampir 100 unit sejak Januari 2018. Terkait hal tersebut, Dispar mengaku tidak dapat melakukan intervensi.

Dari aktivtias pariwisata ini sendiri ditegaskan Sudarningsih tidak ada kontribusi ke kas daerah. Pemasukan kas hanya dari retribusi masuk ke objek wisata Kaliurang serta Kaliadem. Setiap pengunjung diwajibkan membeli tiket karena didalamnya terdapat asuransi.

Terkait himbauan dari Pemkab agar operasional lava tour berhenti untuk sementara waktu ternyata tidak diindahkan oleh pengelola. Mereka tetap saja melayani wisatawan. Seperti yang terpantau di wilayah Kaliadem Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan. Disaat yang bersamaan di balai desa sedang ada pemeriksaan armada yang dilakukan oleh tim gabungan Dishub serta kepolisian.

Dari Dishub memeriksa setiap komponen kendaraan. Mulai dari roda, rem hingga kemudi. Beberapa ada yang langsung mendapatkan surat tilang dari kepolisian karena tidak dilengkapi dengan surat menyurat. Usai dari kantor desa, petugas mendatangi ke masing-masing pol. Disana kembali dilakukan pengecekan kendaraan.

Bambang Sugeng selaku Ketua Asosiasi Jip Wisata Wilayah Timur mengaku aktivitas lava tour tetap jalan. Meski sempat ada wacana untuk berhenti sementara waktu. “Kalau berhenti, aktivitas masyarakat bisa lumpuh. Karena dari 800 armada ini dapat menghidupi 4.000 warga,” ujarnya.

Bacxa Juga: Kecelakaan Jeep di Obwis Lava Tour Merapi Apa Penyebabnya?

Meski demikian, pihaknya mengaku menyambut positif adanya pemeriksaan kendaraan ini. Pasalnya beberapa operator memang cenderung sengaja lalai dan sengaja menghindar ketika ada pemeriksaan. Pihaknya mengaku pernah menghentikan armada yang melaju dengan kecepatan tinggi dan jarang memperhatikan faktor keamanan.

“Saya secara pribadi menyambut baik jika ada pemeriksaan kendaraan rutin. Sebab, perkembangkan jip sekarang ini memang cenderung tidak terkendali. Di satu sisi, kami juga senang dengan tingginya animo wisatawan yang ingin menggunakan jasa jip. Apalagi ketika musim libur seperti sekarang ini,” jelasnya. (Awh)

 

 

BERITA REKOMENDASI