Tim Pokjanal Sleman Berburu Jentik di Ngaglik

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tim Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Demam Berdarah Dengue (DBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kembali melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk menekan jumlah kasus penderita penyakit DBD, Jumat (6/3).

Kali ini, kegiatan PSN dilakukan di Pedukuhan Drono, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik dengan melakukan penyisiran di area pekarangan dan rumah – rumah warga yang memiliki potensi menjadi sarang jentik nyamuk.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Sleman, Dulzaini mengatakan Tim Pokjanal Kabupaten Sleman bekerjasama dengan berbagai pihak melakukan penyisiran di enam Rukun Tetangga (RT).

“Yang kita kunjungi ada enam RT dengan total 91 rumah warga beserta area pekarangannya,” jelas Dulzaini.

Setelah dilakukan penyisiran di seluruh area, Duzlaini menyebut bahwa di wilayah Pedukuhan Drono, Desa Sardonoharjo masih terdapat 28 rumah yang positif jentik nyamuk.

“Dari 91 rumah yang kita kunjungi, terdapat 28 rumah positif jentik, artinya masyarakat di wilayah ini (Pedukuhan Drono) sangat beresiko (DBD) karena setelah kita hitung angka bebas jentiknya itu hanya 69,23 persen dengan standarnya 95 persen, sangat jauh,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat di wilayah tersebut masih memerlukan pemahaman dan memerlukan penambahan informasi terkait DBD agar dapat meningkatkan kesadaran dalam antisipasi kasus DBD. Sementara itu, saat ini wilayah Ngaglik termasuk peringkat dua dalam kasus DBD di wilayah Kabupaten Sleman.

“Kedepan pemkab sleman terus mendorong pokjanal kecamatan, untuk selalu waspada dan gerakan satu rumah satu jumantik dijalankan,” katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI