Tim SAR Ungkap Penyebab Jenazah 2 Siswi SMPN 1 Turi Baru Terevakuasi di Hari Ketiga

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ratusan relawan terlibat dalam operasi SAR Sungai Sempor menyisir empat section sepanjang 27 kilometer untuk mencari dua korban tersisa yang akhirnya berhasil ditemukan, Minggu (23/2/2020) pagi tadi. Lokasi penemuan di DAM Matras, jaraknya hanya 400 meter dari lokasi kejadian dan sebenarnya sudah berkali-kali dilewati relawan. Sontak saja banyak pertanyaan muncul, apalagi masyarakat selama dua hari memenuhi lokasi tersebut untuk menyaksikan proses evakuasi dan tak melihat adanya tanda-tanda korban.

Kepala Basarnas Yogyakarta Lalu Wahyu Efendi pun mengungkap penyebab kedua korban terakhir baru terevakuasi pada hari ketiga ini. Menurut Lalu, dua hari sebelumnya kondisi korban masih tenggelam di bawah DAM Matras tersebut. Hal ini membuat para relawan kesulitan meski jumlah personil di section 1 tersebut cukup banyak. “Kedua korban ditemukan berdekatan dan dalam kondisi mengapung. Mengapa baru ditemukan, karena sebelumnya korban berada di bawah DAM yang kedalamannya sekitar 1-2 meter, posisinya tenggelam,” ungkap Wahyu pada wartawan.

Basarnas tak menampik kemungkinan tubuh keduanya tersangkut di dasar DAM oleh bebatuan atau ranting-ranting pohon yang ada. “Bisa saja tersangkut, namun posisinya diduga berada di bawah, jadi memang cukup sulit dideteksi oleh teman-teman relawan,” sambung dia.

Sementara berbagai upaya sebenarnya sudah dilakukan termasuk dengan spiritual mendatangkan medium untuk berbicara dengan hal-hal tak kasat mata di lokasi. Posisinya pun di atas jembatan DAM Matras tersebut Sabtu (22/2/2020) sore lalu. Dengan ditemukannya dua jenazah terakhir, maka operasi SAR Sungai Sempor 2020 resmi ditutup pukul 07.45 pagi tadi. Keseluruhan, 10 korban yang semuanya perempuan dari SMPN 1 Turi meninggal dunia dalam peristiwa nahas pramuka susur sungai tersebut. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI