Tingginya Sebaran Covid-19 di Bantul Jadi Perhatian Anggota DPR

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebaran Virus Covid-19 di Bantul tembus 100 kasus positif. Data terbaru dari satgas covid Pemda DIY pada tanggal 11 Juli terdapat penmabahan satu pasien positif, yakni perempuan berusia 34 tahun asal kecamatan Sedayu. Dari angka tersebut, tiga diantaranya meninggal dunia.

Tingginya angka sebaran Covid 19 di Bantul direspon oleh anggota Komisi VI DPR F-Nasdem, Subardi. Ia mengimbau masyarakat tidak boleh lengah di masa normal baru.

“Kasus di Bantul menjadi pengingat agar kita semua tetap disiplin dengan protokol kesehatan, sekalipun aktivitas perekonomian mulai longgar,” kata legislator asal Yogyakarta itu saat menyerahkan bantuan bahan pangan di Desa Margoluwih dan Margodadi Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman (11/07/2020).

Subardi mengingatkan masyarakat yang harus bekerja di luar tetap menjaga diri. Potensi penularan wabah corona masih besar, terutama di tempat-tempat kerumunan orang.

“Satu sisi kita harus produktif, di sisi lain kita berhadapan dengan kondisi yang tidak mungkin kembali pada normal sebelumnya. Ini harus diikuti dengan perubahan perilaku dan perubahan yang mencakup semua aspek,” ujarnya.

Politikus yang akrab disapa Mbah Bardi ini bercerita saat ia Kunjungan Kerja Komisi VI di Bandung pada 9 Juli lalu. Di kantor PT Pos Indonesia yang menjadi lokasi kunker, ia harus ekstra waspada karena di hari yang sama muncul klaster baru tak jauh dari PT Pos, yakni di Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD. Dalam sehari tercatat 962 kasus positif baru.

Menurutnya, saat ini semua masyarakat dihadapkan pada ancaman penularan yang sama. “Mari semua mengantisipasi ancaman gelombang kedua Covid 19. Garda terdepan kini berada di diri kita masing-masing. Jaga diri, keluarga, dan lingkungan, jangan sampai Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan kota wisata terjadi klaster-klaster penyebaran Corona,” pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI