Tingkatkan Kebersihan Lingkungan Melalui Pemanfaatan Sampah untuk Batik Eco Print

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Produksi sampah setiap hari semakin bertambah. Hal tersebut tak diiringi dengan proses daur ulang maupun pemanfaatan sampah yang maksimal. Yang terjadi kemudian sampah menggunung dan mengancam kelesatarian alam.

Melihat fenomena itu Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) mengajak masyarakat untuk bijak dalam hal sampah. Selain itu tim yang terdiri dari para dosen ini juga mengajarkan bagaiman dapat memanfaatkan sampah menjadi produk yang memiliki nilai jual.

“Tema yang kami angkat yakni ‘Peningkatan Kesadaran Kebersihan Lingkungan Anggota PKK Melalui Pemanfaatan Sampah Daun Kering untuk Motif Batik Eco Print,. Kami berharap peran kacil kami dapat membawa perubahan besar bagi lingkungan,” kata dosen Magister Hukum UMY, Nanik Prasetyoningsih kepaeda KRJOGJA.com, Rabu (16/06/2021).

Kegiatan ini dipusatkan di Dusun Sembung Purwobinangun Pakem Sleman. Puluhan ibu-ibu kader PKK Dusun Sembung dilibatkan untuk dapat memulia perubahan dalam upaya pelestarian ala mini. “Memberikan pelatihan bati eco print dengan memanfaatkan sampah daun di sekitar rumah warga,” tambahnya.

Ia menambahkan pengabdi melakukan diskusi dengan Ketua PKK dan Kader PKK mengenai pemanfaatan sampah daun untuk dipergunakan sebagai materi batik ecoprint. Pengabdi dengan dibantu oleh pembatik profesional memberikan pelatihan batik ecoprint dengan menggunakan sampah daun sebagai motif batik ecoprint.

“Peserta memahami bahwa sampah daun ternyata bisa menjadi bernilai seni apabila sudah ditempelkan ke kain mori sebagai motif batik. Kain batik yang dihasilkan menjadi sangat bagus dan terlihat lebih alami,” jelasnya.

Batik eco print sangat cocok diajarkan kepada para ibu rumah tangga, mengingat materi dan bahan batiknya sangat murah dan mudah untuk diperoleh. Juga nilai ekonomi batik ecoprint juga cukup tinggi (lebih tinggi dari bati cap), serta proses pembuatan batik ecoprint juga ramah lingkungan. (*)

UMY

BERITA REKOMENDASI