Tingkatkan Potensi, Petani Puncak Merapi Dilatih Olah Cabai

SLEMAN, KRJOGJA.com – Harga cabai saat pandemi Covid-19 di tingkat petani cenderung stabil rendah di bawah Rp 10.000. Salah satu penyebabnya lantaran adanya aktivitas pemasaran yang terbatas. Sehingga produksi cabai dari petani tidak semua terserap pasar, baik pasar tradisional maupun nasional.

Kasi Produksi Bidang Hortikultura dan Perkebunan Sleman Immawan mengatakan, cabai di Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) Sleman pada bulan Juli ini hanya ada ada 5 titik kumpul lelang cabai yang beroperasi dari 11 titik kumpul yang ada. Dengan rata-rata per hari menghasilkan 1 hingga 2 ton cabai merah segar.

“Diperkirakan produksi akan meningkat pada pertengahan Juli hingga Oktober sebanyak 5 hingga 8 ton perhari dengan luasan panen 150 hektare di Pakem, Turi, Tempel, Ngemplak, Seyegan dan Ngaglik,” jelasnya kepada KRJOGJA.com, Jumat (3/7/2020).

Pengawas Mutu Hasil Pertanian DP3K Sleman Eko Sugianto mengungkapkan, mutu dan kualitas cabai Sleman sangat disukai pedagang antarkota karena warnanya yang mencolok. Selain itu cabai Sleman juga mempunyai tekstur agak keras sehingga tahan lama.

“Cabai hasil petani Sleman ini bisa tahan dalam 12 jam perjalanan jarak jauh. Bahkan tidak rusak meski hanya dikemas dalam kardus,” imbuh Eko.

BERITA REKOMENDASI