Touring Sepeda Komunitas Sembodo, Sleman Ikrar Perang Narkoba

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kerawanan pengguna narkoba adalah usia produktif. Sementara Kabupaten Sleman berkomitmen dan mengikrarkan diri untuk perang terhadap narkoba dan sejenisnya. Maka dari itu sosialisasi anti narkoba dilakukan dengan cara smart, menyenangkan dan disukai warga usia produktif.

 

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun disela pembukaan Touring Bersepeda Komunitas Sembodo 2020 sejauh 125 Km (pulang pergi) di Balai Desa Condongcatur, Minggu (29/9) menuturkan berbagai upaya dilakukan Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memerangi narkoba. Salah satunya dengan touring bersepeda.

"Mereka akan bersepeda dari Sleman menuju Purworejo. Di titik tertentu mereka berhenti untuk mensosialisasikam bahaya narkotika pada warga sekitar," ujar Wabup.

Ditambahkan Wabup, dengan adanya beberapa kali kegiatan perangi narkoba, jumlah kasus pengguna narkoba di Sleman mengalami penurunan.

Selain kampanye perangi narkoba, pengguna narkotika di Sleman turun juga dampak dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang didengungkan sejak dua tahun lalu dianggap sukses penerapannya.

Kepala Desa Condongcatur Reno Chandra Sangaji menambahkan kegiatan diikuti 1.000 pesepeda dengan finish Desa Wonotulus Purworejo.

Ditambahkan Reno, di setiap titik cek point

atau titik pemberhentian akan dilakukan kegiatan kampanye antinarkoba. Sebab hal ini sudah menjadi komitmen di berbagai komunitas sepeda yang dinaunginya untuk perang terhadap narkoba.

Beberapa "cek point

atau titik pemberhentian yakni Jembatan Bantar Kali Progo, tugu perbatasan Jogja-Purworejo dan Lapangan Garnisun Purworejo. “Untuk rute terberat itu sepanjang 5 kilometer berupa perbukitan yang berkelok-kelok,” jelas Reno. (Aje)

 

 

BERITA REKOMENDASI