Trah PB X Laporkan Penggugat Pakualaman ke Bareskrim Polri

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Muhammad Munnier Tjakraningrat dan Mochamad Malikul Adil Tjakraningrat yang mengklaim sebagai cucu Paku Buwono (PB) X hasil pernikahan dengan GKR Hemas Moersowdirah yang sah, mendapatkan surat kekancingan silsilah dari Kraton Yogyakarta. Kini, mereka melaporkan Agus Sutono cs yang selama satu tahun terakhir menggugat Pakualaman dan Angkasa Pura 1 atas kepemilikan tanah seluas 1293 hektare di lahan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Mohammad Andree Tjakraningrat, juru bicara cucu PB X yang juga putera Muhammad Munnier Tjakraningrat mengatakan laporan ke Bareskrim, Mabes Polri adalah terkait dugaan tindak pidana pemalsuan surat/akta otentik/dokumen dan/atau dugaan tindak pidana penggelapan dokumen, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 263, Pasal 264, Pasal 266 dan Pasal 372 KUHPidana, yang diduga dilakukan oleh Agus Sutono. Andree bahkan tak segan menyebut Agus Sutono adalah ahli waris abal-abal lantaran menemukan dokumen ganjil terkait silsilah surat kekancingan yang selama ini ditunjukkan.

“Kami laporkan ke Bareskrim atas dugaan terkait dengan dugaan tindak pidana pemalsuan surat/akta otentik/dokumen dan/atau dugaan tindak pidana penggelapan dokumen yang dilakukan Agus Sutono dan keluarganya. Kami melakukan penelusuran dan ternyata tidak ditemukan nama Agus Sutono, pun dengan akta kematian Pembayun yang ternyata milik seorang bernama Waluyo, kami sudah ke kelurahan di Solo juga,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Senin (05/03/2018).

Sementara Muhammad Munnier Tjakraningrat menyatakan alasan melaporkan Agus Sutono cs ke Bareskrim Polri adalah upaya terakhir karena merasa dirugikan nama baik dan kehormatan keluarga. “Kami selama ini diam namun setelah tahu banyak masalah yang dibuat Agus Sutono cs dan mengambil keuntungan dari situ maka kami bertindak,” tegasnya.

Munnier juga menegaskan kembali bahwa perkawinan PB X dengan GKR Hemas Moersoedirah hanya berbuah satu keturunan yakni GKR Pembayun (Sekar Kedaton Kustiyah). “Itu pula mengapa kami dapat kekancingan silsilah dari Kraton Yogyakarta karena GKR Hemas eyang kami itu puteri HB VII,” sambungnya.

Dalam laporan ke Bareskrim Mabes Polri, pihak Munnier dan Malikul Adil membawa bukti yang dinilai bisa mengubah situasi  antara lain photocopy silsilah besar kerajaan Mataram yang telah ditambah 2 (dua) kotak dengan berisikan nama Kusuwarsih dan R.M.A. Sutono, Surat Keterangan Waris dari beberapa kelurahan di Surakarta, Surat Nikah Waluyo (yang diklaim sebagai Pembayun), Surat Kematian Waluyo alias Pembayun, Penetapan Ahli Waris Pengadilan Agama Karanganyar yang dikeluarkan pada tanggal 21 Maret 2017, Permohonan Penetapan Ahli Waris yang pernah diajukan pada tahun 2016 dan Surat Kekancingan dari Kasultanan Ngayogyakarta yang dipalsukan. “Ini upaya pamungkas kami sebagai ahli waris permaisuri PB X yang merupakan pahlawan nasional,” pungkas Munnier yang kini tinggal di Tangerang Selatan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI