Tujuh Wisatawan Tenggelam di Goa Cemara, Momentum Benahi Mitigasi di Lokasi Wisata

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Anggota DPRD Sleman, Raudi Akmal secara langsung melihat proses pencarian tujuh warga Tempel yang tenggelam di Pantai Goa Cemara, Sabtu (08/08/2020). Raudi menyampaikan dukacita dan empati pada keluarga korban namun meminta pada seluruh pihak untuk berintrospeksi diri agar kejadian serupa tak lagi terulang.

Anggota Fraksi PAN DPRD Sleman ini secara langsung menemui keluarga korban di Goa Cemara sebagai dukungan moral. Ia bertemu dengan kakak korban, Joko Widodo dan menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang tak pernah disangka tersebut.

“Saya memantau langsung pencarian di Goa Cemara dan sangat berterimakasih atas kerja luar biasa tim SAR Gabungan. Saya bertemu kakak korban dan menyampaikan duka mendalam atas musibah yang tak sama sekali dikehendaki,” ungkap Raudi pada wartawan melalui rilis tertulis.

Raudi menilai kejadian nahas yang dialami warga Sleman ini menjadi pengingat semua pihak untuk memaksimalkan upaya mitigasi dan pencegahan kecelakaan serupa di objek wisata khususnya pantai selatan. Raudi berharap instansi terkait segera melakukan upaya konkrit agar peristiwa serupa tak lagi terjadi di kemudian hari.

“Menurut saya mitigasi bencana harus disiapkan, melalui edukasi kepada masyarakat dan salah satu terpenting di tempat wisata. Bagaimana mitigasi bencana sangat perlu di tempat wisata, belum lama ini ada kejadian di Turi dan sekarang di Goa Cemara Bantul ini. Kalau bisa diperbaiki secara maksimal agar resiko bisa diminimalisir,” sambungnya.

Pemerintah daerah khususnya perlu membuat standar operasional prosedur (SOP) di tempat wisata yang harus dipatuhi oleh para pengunjung. SOP berkunjung ini sangat penting terutama di lokasi wisata yang terdapat potensi bahaya.

“Tak kalah pentingnya para pelaku wisata juga diberikan pelatihan mitigasi bencana secara maksimal. Pemerintah harus concern di dalam pencegahan agar tidak muncul korban ketika berada di tempat yang berpotensi menimbulkan bahaya. Oleh karena itu harus membuat SOP di tempat wisata dan pelatihan mitigasi di seluruh warga terutama di lokasi lokasi wisata yg berpotensi menimbulkan bahaya,” pungkas dia.

Hingga Sabtu (08/08/2020) malam, tercatat enam korban dapat ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Satu korban masih dalam pencarian yakni Akhmad Choirul (4). (Fxh)

BERITA REKOMENDASI