Tumbuhkan Jiwa Wirausaha, Polda DIY Dorong PMII Budidayakan Lele

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Untuk membantu program peningkatan ketahanan pangan bagi masyarakat yang sebelumnya sudah disalurkan, Polri melalui Polda DIY memberikan bantuan empat kolam Lele dan sepuluh aeroponik dengan kombinasi tanaman sayur mayur untuk Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa islam Indonesia (PC PMII) DIY di Dukuh Kopatan Desa Umbulmartani Ngemplak Sleman, Jumat (23/10/2020).

Peresmian secara simbolis ditandai dengan penebaran bibit ikan lele oleh Kapolda DIY yang diwakili oleh Dirbinmas Kombes Pol Drs Anjar Gunadi MM, didampingi Dirintelkam Kombes Pol Solehan SIK MH yang diwakili oleh Kasubdit V Ditintelkam AKBP Moch Nawawi SPd MSi. Turut hadir Kepala Seksi Distribusi Pangan Dinas Pertanian Pangan Dan Perikanan (DPPP) Sleman Ir Sunu Bejo Sihono, Ketua PMII DIY Yanju Sahara SHubInt dan Forkompipka Ngemplak Sleman.

Anjar Gunadi menyampaikan, program peningkatan ketahanan pangan masyarakat dimaksudkan agar organisasi mahasiswa (ormawa) dapat mandiri secara ekonomi. Harapannya bisa menjadi wadah bagi para anggota dan kader PMII DIY untuk melatih jiwa enterpreneurship. Apalagi dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Jenis usaha yang dipilih adalah Budidaya Lele dan Aeroponik, hal ini sebagai langkah awal bagi organisasi untuk menciptakan lumbung serta ketahanan pangan saat pandemi Covid-19. Dengan tambahan bibit ikan Nila di kolam tanah yang terpisah. Sedangkan jenis tanaman Aeroponiknya yakni Sawi, Selada, Brokoli, Cabe, dan Paprika,” ujar Anjar Gunadi.

Disadari, pandemi Covid-19 dampaknya memang sangat terasa oleh masyarakat, terutama dalam hal ekonomi. Solusi budidaya lele ini, selain untuk menjalin kemitraan dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19, sekaligus juga meningkatkan ketahanan pangan.

“Keunggulan kolam berbahan terpal bisa tahan sampai 7 tahun. Sedangkan Lele dipilih karena mudah dan cepat panen, juga tahan penyakit, dan mudah pemasarannya sehingga hasilnya bisa langsung dirasakan. Semoga bermanfaat dan bisa meningkatkan ketangguhan ekonomi, dan menjaga ketersediaan dan kualitas konsumsi pangan, dan kecukupan gizi bagi anggota PMII DIY dan warga sekitar,” ungkapnya.

Ia menuturkan, mengantisipasi krisis pangan, Polda DIY memiliki strategi program ketahanan pangan masyarakat. Kepedulian ditunjukkan dengan bergerak cepat melaksanakan baksos pembagian sembako dan pemberdayaan kepada masyarakat yang terdampak langsung.

“Saat ini Polda DIY sudah memberikan bantuan 100 ton beras, 50 kolam lele, dan 200 ember budidaya Lele untuk rumah tangga. Diharapkan antara Penyuluh Pertanian, Penyuluh Perikanan, dan Babinkamtibmas bisa saling berkoordinasi membantu memberdayakan masyarakat,” terang Kombes Pol Anjar Gunadi.

Dijelaskan, Polda DIY sudah menginisiasi terbentuknya Kampung Tangguh Nusantara (KTN). Sampai dengan Oktober 2020, sudah ada 89 KTN se-DIY. KTN mengusung lima ketangguhan, yakni tangguh kesehatan, tangguh kamtibmas, tangguh ekonomi, tangguh pendidikan, dan tangguh informasi.

Sementara itu, Sunu Bejo Sihono sangat mengapresiasi adanya bantuan kolam Lele ini sebab bisa memberdayakan anggota PMII DIY dan warga sekitar. Juga membantu dalam hal mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran, sekaligus mengatasi permasalahan dan dampak Covid-19.

Menyikapi pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya, Yanju Sahara juga siap bekerja sama dengan Polri melalui Polda DIY dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19. Kolam Lele bisa menjadi satu jenis usaha yang nantinya akan dikelola oleh organisasi Kemahasiswaan PMII.

Terkait kondisi dan situasi terkini, PMII DIY menegaskan sikapnya akan selalu setia kepada Pancasila dan UUD 1945 serta Menolak adanya kelompok yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“PMII DIY selama ini mendorong anggotanya dan mengajak masyarakat untuk menaati Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan dan Penyebaran Covid-19. Yakni Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan Tidak berkerumun (3M-1T),” tutur Yanju Sahara.

Yanju Sahara berharap, sinergi antara PMII DIY dengan Polda DIY ini juga bisa menangkal maraknya berita hoax di media sosial yang meresahkan masyarakat.

Diceritakan, PMII sebagai organisasi telah hadir di Yogyakarta hampir setengah abad lamanya. Sebagai organisasi dengan anggota yang mayoritas adalah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta, sudah saatnya PMII mandiri di segala bidang, termasuk sektor ekonomi. (*)

BERITA REKOMENDASI