Tutup Dana Operasional, Guru dan Wali Murid di Sleman Jualan Pot

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Masa pandemi benar-benar menerpa berbagai lini kehidupan termasuk dunia pendidikan. Salah satunya dialami Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sejenis (SPS) An Nurumi, Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Untuk berjuang menutup dana operasional, para guru dan wali murid harus berjualan pot lukis.

Guru SPS An Nurumi, Fefin Dwi Setyawati, SE mengatakan, baik guru maupun orang tua siswa merasakan dampak ekonomi akibat pandemi berkepanjangan. SPS An Nurumi adalah PAUD Non Formal yang selama ini tidak menarik Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan hanya mengandalkan dana operasional sekolah dari infaq dari Ta’mir Masjid An Nurumi dan orang tua siswa.

“Sebagai upaya agar pembelajaran tetap berjalan di tengah pandemi ini, sekaligus untuk memenuhi hak anak mendapat pendidikan, kami dan Komite serta KPO (Kelompok Pertemuan Orang Tua/Wali Murid) membentuk komunitas wirausaha kreatif. Produknya dipilih yang sederhana, menarik, mudah dibuat, namun juga mudah dipasarkan dan bernilai ekonomi. Tercetuslah konsep pot lukis ini,” ungkapnya, Jumat (04/06/2021).

Fefin menjelaskan, ide tersebut muncul karena di tengah pandemi banyak tanaman hias indoor diminati penghobi, seperti monstera atau familiar disebut ‘janda bolong’. Peluang itu yang kemudian coba ditangkap dengan medium pot lukis yang membuat tanaman lebih menarik.

“Lukisan yang dibuat juga tidak asal. Selain mengandung nilai estetika (keindahan) juga mengandung filosofi dan pesan moral. Kami juga memberikan training melukis yang bermakna di atas pot dengan cat akrilic yang anti air. Lukisan misalnya, ikon maupun motif tanaman endemis (khas) Kabupaten Sleman, seperti Bambu dan Parijoto. Selain itu, juga ada quote atau kalimat motivasi seperti ‘Bangkit Bersama Atasi Pandemi’, ‘Jaga Aku, Jaga Dirimu, Patuhi Prokes (Protokol Kesehatan)’ dan sebagainya. Hal itu sekaligus untuk selalu mengingatkan masyarakat yang membeli untuk mematuhi Prokes,” sambung dia.

Selain pot lukis, para orangtua dan siswa juga diberikan bekal pelatihan video editing dengan aplikasi di ponsel. Harapannya, para orangtua bisa turut memasarkan produk dengan konten-konten menarik.

“Hasil penjualan langsung diberikan kepada pembuat pot lukis baik orang tua maupun guru. Bagi orang tua hasil tersebut tentu saja bisa untuk tambahan biaya pendidikan anak dan untuk guru digunakan untuk menambah biaya operasional dalam keperluan mendidik,” tandas dia.

Sementara, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Iindonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Sleman, Sri Murbani, S.Pd menuturkan, di tengah Pandemi Covid-19, m pemerintah juga terbebani dengan situasi, maka lembaga-lembaga seperti PAUD harus mengoptimalkan bantuan yang ada dan berinovasi seperti yang dilakukan SPS An Nurumi. Ia menilai karya yang dibuat guru dan orangtua SPS An Nurumi kelihatannya sederhana, tapi memiliki banyak nilai positif di dalamnya,

“Banyak pesan moral, terutama edukasi dan penananaman karakter kepada anak. Lukisan tanaman khas Kabupaten Sleman di dalam pot bisa menumbuhkan rasa bangga dan mencintai kekayaan alam. Terlebih di sela lukisan ditulis kalimat motivasi di masa pandemi juga kompanye Prokes. Hasil penjualannya bisa untuk lebih mengoptimalkan pendidikan. Sungguh unik dan kreatif,” ungkapnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI