TWC Tunggu Kebijakan Pusat Soal Libur Nataru

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pengelola PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWCBPRB) masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat terkait aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti. Termasuk jika ada kebijakan seluruh objek wisata tutup.

“Sampai sekarang aturannya masih belum keluar. Ya kita akan ikuti, apapun itu. Termasuk jika harus tutup,” tegas Direktur Utama PT TWCBPRB Edy Setijono, Selasa (30/11).

Saat ini tingkat kunjungan wisatawan di Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko menunjukkan trend positif. Khususnya mulai Agustus hingga November. Rata-rata kunjungan 1.000-2.000 wisatawan pada hari biasa dan 3.000 di akhir pekan.

Jumlah tersebut jika diluar pandemi termasuk sedikit, atau sekitar 30 persen saja. Namun, di kala pandemi seperti saat ini sudah termasuk bagus. Terutama ketika Juli kemarin dimana wisatawannya sangat kecil. Bahkan bisa dikatakan zero.

Harapannya pada akhir tahun, ada kenaikan wisatawan lain. Namun, adanya kebijakan PPKM tentu harus disikapi secara bijak oleh semuanya. Baik itu industri pariwisata maupun masyarakat luas.

“Berbicara pariwisata itu tidak sebatas jumlah pengunjungnya saja. Namun ada pelaku lain yang bergantung pada kawasan pariwisata itu sendiri. Jika tidak ada wisatawan, tentu imbasnya juga akan lebih luas,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap kebijakan PPKM pada akhir tahun nanti menjadi yang terakhir. Dan setelahnya tidak ada kenaikan kasus lagi, sehingga sektor ekonomi masyarakat dapat kembali pulih.

“Setidaknya mulai semester dua tahun depan, kondisinya sudah membaik. Tidak ada lagi penutupan-penutupan atau yang lain,” ungkapnya. (Awh)

 

BERITA REKOMENDASI