Ubah Kesan Gelap dan Sepi, Museum di DIY Gunakan Teknologi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ada stigma di masyarakat museum terkesan gelap, sepi, dan kuno. Di Yogyakarta kini beberapa museum menggunakan teknologi, bahkan ada yang menggunakan teknologi hologram untuk menarik milenial.

"Kami mencoba mengubah paradigma tentang museum. Sekarang ada beberapa museum yang memakai teknologi, hologram, kita tahu kebutuhan masyarakat terutama generasi milenial, yang melek teknologi informasi, serba IT, museum harus mengejar itu," kata Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY, Wismarini ditemui di sela acara Pameran Museum di Sleman City Hall, Sabtu (10/08/2019).

Dikatakan Wismarni,  diadakannya pameran oleh Dinas Kebudayaan DIY juga untuk membina museum yang tergabung dalam asosiasi menjadi lebih berkualitas, mulai dari SDM hingga tata pamer yang baik untuk merubah paradigma masyarakat tentang museum. Pameran sendiri  berbarengan dengan hari lahirnya Barahmus (Badan Musyawarah Museum) atau Asosiasi Museum DIY ke 48, pada tanggal 7 Agustus dan menyambut perayaan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

Baca Juga : 

Sultan HB X Serahkan Becak dan Sepeda Onthel untuk Museum di Moskow

Tinggal Hari ini! Yuk Menilik 36 Museum di Mall

 
Pameran berlangsung sejak 7 hingga 10 Agustus 2019 . "Pameran 38 museum umtuk mempromosikan potensi museum-museum yang ada di DIY agar lebih dikenal serta mendekatkan lagi kepada masyarakat," kata Wismarini.

Menurutnya pameran tersebut merupakan gelaran kali ke empat, Wismarini mengaku even ini sempat mengalami vakum selama dua tahun terakhir. Untuk menarik pengunjung datang ke museum, pameran tersebut menghadirkan koleksi yang sudah diidentifikasikan oleh kurator dari UGM. 

"Ini juga salah satu strategi kami untuk membuat penasaran pengunjung terhadap museum di DIY. Karena ini hanya gambaran kecil, kalau mau tahu banyak lagi tentang museum, silahkan berkunjung langsung ke lokasinya masing-masing," ucapnya. (Ive)

BERITA REKOMENDASI