UGM Cabut Izin Seminar Sudirman Said, Inilah Sebabnya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Polemik batalnya seminar kepemimpinan yang mengundang dua tim sukses Prabowo-Sandi, Sudirman Said dan Ferry Mursidan Baldan Jumat (12/10/2018) lalu di auditorium Fakultas Peternakan UGM memasuki babak akhir. Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan pernyataan resmi terkait runtutan alasan tidak terselenggaranya seminar tersebut di kampus biru. 

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Ali Agus sebagai pihak yang akhirnya mencabut ijin penyelenggaraan acara mengatakan bahwa pihak panitia melakukan malprosedural terkait pengajuan perijinan. Menurut dia, berdasar peraturan fakultas, pihak luar yang hendak menggunakan sarana dan prasarana terlebih dahulu harus mengurus perijinan seminggu sebelum acara. 

“Kami punya SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk peminjaman jika dari pihak luar, ada prosedur dan etika. Faktor itu yang tidak dipenuhi panitia penyelenggara membuat kami berat hati membatalkan karena tak sesuai administrasi. Penyelenggara menyampaikan surat permohonan hanya dua hari sebelum acara, kami tegaskan yang disampaikan baru surat permohonan ijin. Ini yang keliru ditempuh panitia, tidak ada sangkut pautnya dengan narasumber si ini atau itu,” ungkap Ali Agus saat bertemu wartawan di Balairung. 

Ali Agus menambahkan ada form resmi fakultas yang telah dibuat sejak 2014 lalu terkait permohonan ijin penggunaan auditorium dan sarana prasarana lain di Fakultas Peternakan. “Formnya sudah ada, jelas dan ada detailnya. Prosedur ini yang belum dipenuhi panitia, apalagi BEM jelas menyatakan ini bukan acara mereka, yang artinya dari panitia luar,” tandasnya. 

Sementara Rektor UGM, Prof Panut Mulyono menegaskan bahwa kampusnya benar-benar menjaga netralitas dalam kontestasi pemilihan presiden 2019. Panut menyatakan bahwa pihak kampus tidak pernah sedikitpun menyampaikan akan mengancam Drop Out (DO) mahasiswa yang menjadi panitia seminar dengan pembicara Sudirman Said dan Ferry Mursidan Baldan tersebut. 

“Setelah diketahui adanya ketidaksesuaian prosedur maka ijin yang semula diberikan lalu dicabut oleh fakultas. Kami tegaskan bahwa dari dekanat dan rektorat sama sekali tidak pernah statement mengancam DO. UGM juga menegaskan tetap netral dalam pilpres 2019. Terkait kontestasi pasti ada saatnya di mana UGM yang punya FISIPOL pasti akan mengundang masing-masing kontestan pilpres secara bersama untuk berdiskusi tentu harus kerjasama dengan KPU dan Bawaslu untuk pembelajaran politik,” terangnya. 

UGM berharap kejadian Jumat lalu tak lagi jadi polemik dan dimanfaatkan pihak-pihak lain untuk kepentingan tertentu. “Semoga membuat semuanya menjadi clear dan tidak ada polemik lagi,” pungkas Panut. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI