UGM Dapat Bantuan Rp 8 Miliar dari Kementan, Diminta Produksi Kedelai hingga Sapi Unggulan

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kementrian Pertanian (Kementan) melakukan kerjasama dengan UGM dalam bidang penelitian untuk menunjang ketahanan pangan. Tak hanya itu, Kementan juga memberikan bantuan dengan nilai Rp 8.063.562.200 untuk beberapa bidang pertanian di sepanjang tahun 2021.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan harapan besar untuk berjalannya kerjasama dengan UGM. Ia meminta para dirjen Kementan untuk serius dan menghasilkan karya riil dalam tiga bulan kedepan untuk memaksimalkan pertanian Indonesia.

“Jangan sampai MoU hanya MoU saja, tapi benar-benar berjalan. Harus ada arti dan makna untuk negara. Saya tak biasa di PHP lho ini. Karena itu mari yuk sama-sama kita buat sesuatu baik itu aspek hortikultura, buah sayur, padi, kedelai, peternakan, bagaimana bisa kebih produktif,” ungkapnya usai penandatanganan.

Syahrul secara tegas meminta percepatan peningkatan produktivitas pertanian dalam negeri bisa terealisasi. Selain menjadi satu-satunya sektor yang tumbuh signifikan di masa pandemi, pertanian dinilai sebagai tonggak utama kesejahteraan dan kemandirian bangsa.

“Jangan kita merasa damai-damai saja bangsa ini. Kritikal poinnya bahwa ada 273 juta rakyat yang butuh makan. Kita negara kepulauan, dari bibit hingga panen dan pemasaran butuh transportasi. Pertanian memang naik angkanya di masa pandemi, tapi kita tetap tak bisa damai-damai saja, mengapa saya minta bantuan rektor UGM untuk menjaga agar tak turun raihan surplus ini. Dunia lagi kontraksi, yang tidak hanya makanan,” sambung dia.

UGM

BERITA REKOMENDASI