UGM Kirim 12 Mahasiswa ke Agats Papua

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Agats, Asmat Papua di awal tahun 2018 lalu dan mengakibatkan 72 anak meninggal dunia ternyata membuka mata Indonesia betapa pentingnya perhatian pada masyarakat di wilayah Papua. Terlebih, kejadian campak dan gizi buruk tak serta merta terjadi begitu saja dan dapat diatasi dalam waktu singkat.

Salah satu instansi yang paling konsern mengatasi permasalahan di Agats yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) yang saat masa KLB mengirim tim DERU untuk memetakan permasalahan yang dihadapi. Tak sampai sebulan pasca kejadian tersebut, UGM kini bersiap mengirim mahasiswa KKN ke Agats sebagai penggenapan janji yang sempat disampaikan beberapa waktu lalu.

Direktur Pengabdian Masyarakat UGM Prof Ir Irfan Dwidya Prijambada dalam pelepasan mahasiswa Kamis (15/3/2018) mengungkap 12 mahasiswa KKN gelombang pertama ini merupakan tim pembuka untuk nantinya tim-tim selanjutnya. Misi pertama, 12 mahasiswa ini akan melakukan pendekatan masyarakat setempat sekaligus membantu mengatasi permasalahan di bidang kesehatan, pendidikan sosial budaya dan kemandirian sosial ekonomi.

“Sebanyak 12 mahasiswa ini 10 dari Fakultas Kedokteran, satu FEB dan satu lagi dari Geografi. Bukan tanpa alasan karena kami ingin membantu benar-benar permasalahan masyarakat di sana. Kami menyertakan ADPL yang juga besar di Agats sehingga paham medan yang akan ditinggali nanti,” ungkapnya.

Sebanyak 12 mahasiswa yang 10 diantaranya adalah perempuan ini nantinya bakal berada di Agats selama 45 hari. Mereka akan menjalankan program kesehatan di mana salah satunya adalah membantu tenaga kesehatan setempat untuk menanamkan kesadaran hidup sehat.

“Terpenting pertama membentuk trust masyarakat bahwa UGM hadir untuk membantu dan bukan hanya memenuhi syarat kelulusan saja. Teman-teman nanti akan berusaha menjangkau sisi sosial budaya yang sebenarnya paling diperlukan masyarakat di Papua,” sambung ADPL KKN Agats, Fadli Kasim.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran UGM Gandes Retno Rahayu menegaskan mahasiswa peserta KKN ke Agats ini bukan tanpa persiapan matang. Selain mempersiapkan diri dari sisi kesehatan, para mahasiswa ini juga sudah terbiasa berhadapan dengan masyarakat yang memiliki masalah kesehatan.

“Materi terjun ke masyarakat bukan hal baru bagi teman-teman di kedokteran karena sejak tahun pertama mereka sudah diharuskan turun ke masyarakat. Biasanya memang hanya dekat kampus saja namun dalam hal memahami masyarakat dan proses kesakitan dalam keluarga sudah tahu betul. Tantangannya bagaimana mengaplikasikan di situasi masyarakat yang kehidupan sosial budayanya berbeda,” terangnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI