UGM – Sun Energy Sinergi Wujudkan Listrik Murah Tenaga Matahari

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sekolah Vokasi UGM bersama Sun Energy menandatangani kerjasama penelitian dan pengembangan energi hijau khususnya tenaga surya secara daring, Rabu (18/08/2021). Kedua pihak berupaya mewujudkan swasembada energi baru terbarukan yang potensinya sangat besar di Indonesia.

Dr Agus Maryono, Dekan Sekolah Vokasi UGM mengatakan kerjasama dengan SUN Energy merupakan perwujudan tridharma perguruan tinggi, sinergi antara akademisi dengan industri. UGM nantinya mendapatkan materi dari dosen praktisi SUN Energy untuk mendukung pengembangan kurikulum baru mengenai energi baru dan terbarukan, pelaksanaan program pengabdian masyarakat di beberapa desa  hingga penelitian teknologi tenaga surya.

“Kami berharap bisa mencetak lulusan yang berkualitas dan siap kerja di industri masa depan, dan mendorong sumber daya manusia untukt erus meningkatkan pendidikan di bidang ini hingga jenjang yang tinggi,” terang Agus Maryono.

Perguruan tinggi sebagai stakeholders yang memiliki peranan penting dalam edukasi, penelitian dan pengembangan teknologi energi surya. UGM salah satu yang diharapkan dapat mencetak generasi muda pengembang energi hijau, khususnya tenaga surya sebagai alternatif sumber energi listrik.

“Bentuk komitmen SUN Energy kepada SV UGM ini diwujudkan melalui empat poin, yaitu implementasi pembangunan PLTS sebagai energi alternatif di bangunan kampus, pengembangan Tempat Uji Kompetensi dan Lembaga Sertifikasi Profesi di sektor energi tenaga surya, peningkatan pengetahuan melalui kuliah umum dengan dosen tamu dari SUN Energy satu bulan sekali, penyerapan tenaga sumber daya manusia menjadi karyawan magang, hingga pengabdian masyarakat di daerah KKN,” imbuh Garry Perdana, Direktur Utama Sun Energy.

Fabby Tumiwa, Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), menambahkan setiap 1 GW akan membuka lapangan kerja hingga 30 ribu dan transisi energi hijau ini diproyeksikan akan menciptakan 3,6 juta lapangan kerja hingga tahun 2050. Demi menurunkan dampak emisi gas rumah kaca, penyediaan energi bersih melalui energi surya menjadi salah satu strategi yang paling mudah dan tepat saat ini.

“Berdasarkan grand strategi energi nasional 2020 -2035, pemerintah mengharapkan tambahan pembangkit listrik energi baru terbarukan sebesar 38 GW dengan prioritas pada pembangkit listrik tenaga surya mengingat potensi tenaga surya yang berlimpah, kecepatan konstruksi dan harga yang semakin kompetitif. Pemerintah membutuhkan dukungan bersama, baik pelaku usaha, asosiasi, akademisi dan generasi muda,” tandas dia.

Kementrian ESDM melalui Chrisnawan Anditya, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan KESDM menyambut baik kerjasama antara UGM dengan Sun Energy ini, serta berharap program berkelanjutan ini dapat berkontribusi maksimal terhadap pengembangan EBT khsusunya tenaga surya. Di sisi lain, diharapkan muncul inisiatif dari pendidikan tinggi lainnya di Indonesia untuk mengambil peran. (Fxh)

UGM

BERITA REKOMENDASI