UIN Klarifikasi Polemik ‘Hubungan Seksual’ Nonmarital Tidak Melanggar Syariat

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Seorang mahasiswa program doktor UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Abdul Aziz, mengajukan konsep Milk Al Yamin yang digagas Muhammad Syahrur dalam ujian terbuka disertasi berjudul Konsep Milk Al Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital tidak melanggar Syariat. Aziz mengemukakan pendapat yang menyatakan seks di luar nikah dalam batasan tertentu tak melanggar syariat.

 

Mengetahui kabar tersebut menjadi perhatian publik, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, bersama para penguji serta para promotor meluruskan disertasi tersebut.
 
“Di dalam penelitian tersebut ada syariat islam atau hukum islam, sebenarnya jika kita berbicara hukum islam ini tanda petik saya katakana Syariah adalah wahyu. Wahyu itu tidak ada perubahan. Tetapi pemahanan itu dari dulu sudah macam-macem sudah banyak dari nabi, hingga para sahabat. Sementara Syahrur ini sebenarnya bagian dari punya pendapat terhadap syariah. Beliau memahami syariat sebagai wahyu dia punya pandangan. Hanya saja yang sampai ke Indonesia mayoritas syafii. Sedangkan yang non syafii ndak benar,” kata Guru Besar, Prof dr Khoiruddin Nasution, Promotor Abdul Aziz kepada wartawan saat jumpa pers, di ruang pertemuan lantai 2 Prof K H Saifuddin Zuhri, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Jum’at (30/08/19).

Menurutnya, sebenarnya dimana-mana pandangan seperti itu eksis, namun tidak untuk di Indonesian. Oleh sebab itu, konsep Mil Al Yamin Muhammad Syahrur itu mungkin tidak benar. “Semisalnya pemahaman itu dibenarkan, saya jawab endak. Tapi sebagai pengetahuan, bahwasannya pemahaman itu sejak nabi sudah muncul berbeda-beda. Nabi itu semua mengakui ndak ada masalah sepanjang itu baik,” ucapnya.

Muhammad Syahrur sendiri, lanjut Khoiruddin memiliki pendapat yang tidak umum di Indonesia, sehingga jika diterapkan, merasa menjadi masalah. Namun perlu dicatat, kalau di praktikan dengan amburadul jadi masalah. Sama halnya dengan disertasi , Abdul Aziz, mengajukan konsep Milk Al Yamin yang digagas Muhammad Syahrur dalam ujian.

“Disertasi itukan karya, maka ketika orang mengungkapkan karya itu secara meteorologis terpenuhi dia mampu mengekspor, hingga metodenya terpenuhi, maka sepanjang dia mampu menyampaikan dan peneliti juga objektif untuk memahami konsep itu. Jadi penelitiannya akurat, tapi problemnya aksiologi untuk apa?  nah inilah yang tidak cocok untuk umat islam khususnya atau bangsa Indonesia secara keseluruhan,” ungkapnya.
 
Sementara Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof drs K H Yudian Wahyudi, mengungkapkan, pihaknya menyarankan kepada yang bersangkutan untuk memperbaiki poin-poin yang dianggap menimbulkan masalah khususnya bagi masyarakat Indonesia.

“Jadi dia jangan menafsirkan ini sebagai pemebenaran ini harapan kami. Tapi terlepas jika dia nekat kami tidak bisa apa-apa mungkin akan berhadapan dengan pihak lain,” pungkasnya (ive)

 

 

BERITA REKOMENDASI