Ujicoba Underpass Kentungan, Monjali-UPN Veteran Hanya 15 Menit

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Proyek Underpass Kentungan telah selesai pengerjaannya, bahkan Jumat (14/2) siang sudah diujicoba untuk kendaraan umum. Keberadaan Underpass Kentungan ini, diharapkan mampu mengurai kemacetan lalu lintas di sejumlah titik.

Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda DIY Kompol Edy Bagus Sumantri SIK menjelaskan, meskipun sudah bisa dilalui, namun dari kajian lalu lintas, ada beberapa evaluasi. “Kami menyarankan ada penambahan pita kejut dan penerangan jalan juga belum maksimal. Selain itu kami juga menyarankan adanya penambahan rambu, seperti rambu tanda jalan menikung dan batas kecepatan maksimal kendaraan,” ujarnya saat ujicoba Underpass Kentungan.

Keberadaan Underpass Kentungan, ungkapnya, diharapkan mampu mengurai kemacetan lalu lintas. Apalagi, simpang empat Kentungan sebelum dibangun underpass, merupakan salah satu titik kemacetan. Ia berharap, masyarakat bisa tertib berlalu lintas sehingga tujuan dibangunnya underpass tersebut bisa terlaksana. “Meskipun sudah ada underpass, namun jika masyarakat tidak tertib berlalu lintas ya macet tidak akan berkurang,” urainya.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Sleman, Iptu Gembong Widodo mengatakan, Underpas Kentungan mampu mengurai kemacetan di sepanjang Ringroad Utara. Utamanya di simpang empat Monjali, simpang empat Kentungan, simpang empat UPN Veteran dan simpang empat Condongcatur. “Sebelum dibangun underpass, dari simpang empat Monjali sampai UPN Veteran atau sebaliknya, jika menggunakan kendaraan roda empat jarak ditempuh hampir 30 menit pada jam sibuk. Dengan Underpass ini, jarak yang ditempuh hanya 15 menit,” tandas Iptu Gembong.

Dengan dibukanya Underpass, menurut Gembong, maka fase trafik Kentungan baik dari arah utara maupun selatan, akan dimaksimalkan oleh petugas. Sehingga kendaraan dari utara mengarah ke Yogya atau dari Yogya menuju arah Kaliurang, tidak akan menunggu antrean yang lama di lampu merah. Keberadaan Underpass Kentungan, menurut Gembong, juga akan menambah volume kendaraan di beberapa titik, khususnya di simpang empat Monjali dan Condongcatur.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Kentungan, Muhammad Sidiq Hidayat mengatakan, sama seperti Underpass Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), hiasan Underpass Kentungan juga bertemakan lokalitas, dalam hal ini tentang Sleman. “Ada tarian Kubrosiswo dan Topeng Ireng, ada gunung, salak, ada jadah dan tempe. Jadi memang mengangkat kearifan lokal, menggambarkan lokal Sleman banget. Saat ini baru dilakukan trial, untuk peresmiannya tergantung pusat,” tandasnya ditemui di Underpass Kentungan.
Sedangkan Kepala Proyek Underpass Kentungan, Budi Suharno mengatakan, sisa pekerjaan berupa pengecatan dan perapian, akan segera dilakukan. “Kami mempunyai masa perawatan underpass ini selama dua tahun,” tandasnya. (Ayu)

 

BERITA TERKAIT