UMKM Kekuatan Wujudkan Kedaulatan Ekonomi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus didorong agar terus tumbuh dan berkembang. Dengan potensi sangat besar yang dimiliki, UMKM yang tangguh dan berkelanjutan akan menjadi kekuatan Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi bangsa.

Demikian dikatakan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Dr Rully Indrawan MSi dalam Workshop dan Temu Bisnis Nasional UMKM II di Graha Sabha Pramana (GSP) UGM Yogyakarta, Rabu (16/10/2019). Kegiatan diselenggarakan oleh Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Gadjah Mada (DPKM UGM) bekerja sama Bank BRI dan BRI Microfinance.

Workshop dan Temu Bisnis Nasional UMKM II dibuka oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sanjoyo dihadiri Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng IPU dan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Moedji Rahardjo, mewakili Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Disela acara pembukaan diluncurkan buku dan sistem online 'Key Performance Indicators (KPIs) UMKM'.

Menurut Rully, kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional sangat luar biasa. Sektor UMKM mampu menyumbang 60,43% total PDB nasional. Selain itu mampu menyerap total tenaga kerja sebesar 97% serta menyediakan 99% total lapangan kerja. "UMKM di Indonesia ini kalau diibaratkan seperti raksasa yang masih tertidur. Kalau UMKM ini didorong menjadi pelaku ekspor dampak positifnya akan luar biasa bagi perekonomian nasional," ujarnya.

Dijelaskan Rully, belum berkembangnya UMKM salah satu penyebabnya adalah rendahnya kucuran kredit yang ditujukan untuk sektor UMKM. Dari Rp 5.300 triliun total kredit yang dikucurkan oleh bank umum di Indonesia tahun lalu,  kurang dari 20% atau sekitar Rp 1.000 triliun saja yang ditujukan bagi UMKM. "Kedepan perlu gerakan kolektif bangsa untuk memajukan sektor UMKM," katanya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sanjoyo mengatakan, sektor UMKM sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan kesejahteraan. Dengan demikian akan mengurangi kemiskinan sekaligus ketimpangan. "Kendala pelaku UMKM tidak punya network dan minim inovasi, sehingga perku diciptakan iklim usaha serta ekosistem yang mendukung" katanya.

Sedangkan Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengatakan, inovasi sangat penting agar produk UMKM dapat diterima pasar, seperti inovasi desain kemasan dan pemasaran. Selain itu UMKM perlu dukungan regulasi, kebijakan keuangan, pengembangan SDM dan teknologi. (Dev)

BERITA REKOMENDASI