Unik, Pemilihan Ketua RW di Corongan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pemilihan Ketua RW 23 Dusun Corongan, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Pencoblosan  dilaksanakan pada Hari Minggu, 16 Desember 2018 jam 19.30-21.00wib. Ada 2 Calon Ketua RW yaitu No. 1 Sagino dan No. 2 Agung. 
Petugas di TPS di Dusun Ini memilih memakai pakaian adat khas Jawa saat bertugas.  Tidak hanya itu di TPS lni juga menyediakan door prize untuk menarik warga agar masyarakat mau mendatangi dan memberikan suaranya.

Menurut Ketua Panitia Untung Suhirto, S.Pd, panitia kompak mengenakan pakaian adat Jawa untuk memberikan kesan bagi warga yang akan menggunakan hak pilihnya.

Dia mengatakan, memakai pakaian adat saat pemilihan RW juga merupakan bagian dari sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya khas Jawa. Selain itu, sebagai inovasi menambah daya tarik dalam menyukseskan pelaksanaan Pilihan RW 23 di Dusun tersebut. 

“Ini bagian dari nguri-nguri budaya Jawa salah satunya dengan pakaian adat Jawa yang dikenakan panitia untuk menarik warga agar menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Untung menambahkan untuk tingkat kehadiran warga dalam menggunakan hak pilihnya meningkat dibanding pada pelaksanaan pemilihan RW sebelumnya yakni mencapai angka 90 persen.

Dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang didata panitia sebanyak 389 yang Berhak menggunakan hak pilihnya. Namun demikian ada warga yang tidak memberikan hak pilihnya karena sedang merantau dan bekerja  berada di luar kota. Dia juga menyampaikan hal serupa akan dilakukan pada pelaksanaan pemilihan RW mendatang agar lebih memberikan daya tarik untuk datang ke TPS.

Warga pun menyambut positif pilihan pakaian adat yang dipakai panitia di TPS. Warga setempat, Sukiyati dan Mbah Wito mengaku senang dan terhibur setelah mendengar panitia akan berpakaian adat Jawa tersebut. “Sebagai orang Jawa saya senang melihat panitia berbusana adat jawa dan saya merasa nyaman dalam melakukan pencobolosan,”katanya.

Kepala Dusun Corongan Sumaryanta saat dikonfirmasi menyampaikan, selama ini petugas TPS selalu berupaya untuk menggunakan berbagai cara dalam menjaga dan melestarikan budaya Jawa. Pihaknya mengapresiasi panitia berinovasi  dalam menyukseskan pelaksanaan pilihan RW dengan gaya berpakaian mengenakan pakaian adat khas Jawa.

Hal yang sama disampaikan warga tetangga Dusun yang bersebelahan. Dia berharap panitia TPS di dusun-dusun lainnya, bisa kreatif menjaga dan melestarikan budaya Jawa khususnya di Desa Maguwoharjo. Jika itu terjadi, bisa menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat di Desa tersebut. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan ditiru dan menjadi percontohan dusun-dusun lainnya. (*)

BERITA REKOMENDASI