Unnes Keberatan Rektor Diperiksa, UGM Sebut Klarifikasi Sesuai Prosedur

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jumat 29 November  2019, UPT Humas Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengeluarkan press release mempertanyakan dasar pemeriksaan rektor mereka, Fathur Rokhman oleh Senat Akademik UGM, Rabu (27/11/2019) lalu. Unnes menyebut senat mereka sudah melakukan investigasi polemik dugaan plagiasi yang menyasar Fathur dan memperoleh hasil tidak ada plagiasi.

 

Surat rilis yang ditandatangani Kepala UPT Pusat Humas Unnes Muhammad Burhanudin tersebut memuat lima poin utama yakni alasan perlunya mengeluarkan pernyataan, sudah dibentuknya tim investigasi oleh senat juga mengklarifikasi dua mahasiswi yang skripsinya diduga diplagiasi, kesimpulan investigasi tidak adanya plagiasi, Peraturan Mentri Pendidikan Nasional nomor 17 tahun 2010 yang tak berlaku surut dan pernyataan mantan Menristekdikti M Nasir bahwa rektor Unnes tak plagiat.

“Senat Unnes melalui surat tersebut mempertanyakan dasar pemeriksaan Prof Dr Fathur Rokhman oleh Senat Akademik UGM. Dasar hukum atau dasar peraturan yang digunakan untuk memanggil seorang warga negara memerlukan kejelasam hukum atau peraturan yang dikenakan baginya. Tanpa adanya kejelasan dasar hukum tersebut maka pemanggilan tersebut berpotensi melanggar hak asasi manusia,” sebut surat dalam kalimat terakhir penutup.

Menanggapi adanya surat, pihak UGM melalui Kepala Bidang Humas dan Protokoler, Dr Iva Ariani menyatakan pihaknya melakukan tata cara sesuai aturan yang berlaku di mana Senat Akademik meminta klarifikasi dari alumninnya yakni Fathur Rokhman. “Secara umum ya Senat Akademik menjalankan tugasnya dengan melakukan klarifikasi dan membentuk komite etik,” ungkap Iva.

Sementara terkait komite etik sendiri, Iva menyebut saat ini sudah melakukan tahapan pekerjaannya untuk menelaah kasus dugaan plagiasi tersebut. “Komite etik sedang bekerja, ya kita tunggu hasilnya,” pungkas Iva. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI