Untung Sedikit, Banyak Produsen Tempe Hentikan Produksi

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Naiknya harga bahan baku kedelai berimbas pada ketersediaan tempe dan tahu di masyarakat. Meski masih bisa ditemui di pasaran namun penjual maupun produsen tapi keuntungan yang diambil relatif lebih sedikit. Setelah naiknya harga bahan baku ini, beberapa produsen memilih untuk menghentikan produksi dan menunggu harga bahan baku kembali normal.

Salah satu produsen tempe di Margoluwih Seyegan Sleman Parjiyah (51) mengaku, meski harga bahan baku naik sekitar Rp 9.500 hingga Rp 9.800 per kilogram tapi peminatnya masih banyak. Bahkan ia memproduksi 50 kilogram tempe bisa habis terjual pada pukul 09.00. Padahal biasanya sekali produksi baru habis terjual pada pukul 12.00.

“Produksi laris tapi untungnya sedikit. Bahan baku memang naik tapi saya masih punya stok sekitar 5 hingga 6 kwintal. Bisa untuk produksi 10 hari kedepan,” kata Parjiyah kepada KR Senin (4/1).

Menurut Parjiyah, meski bahan baku ada kenaikan tapi ia tidak menaikkan harga jualnya. Yakni untuk tempe dengan bungkus daun seharga Rp 2.000 dsn temoe dengan bungkus plastik biasa dijual Rp 3.000 hingga Rp 5.000. Parjiyah menerangkan, beberapa produsen tempe lainnya memilih menghentikan produksi karena untung yang diperoleh hanya sedikit. Parjiyah sendiri memilih memgurangi ukuran tempe yang diproduksi meski hanya sedikit.

“Harganya tetap tidak dinaikkan tapi ukurannya dikurangi sedikit. Untuk bahan baku kedelai biasanya saya disetori dari Semarang tapi itu juga kedelai impor dari Amerika,” beber Parjiyah.

Parjiyah menambahkan, belum memutuskan akan tetap berproduksk atau berhenti saat stok bahan baku kedelai miliknya habis. Tetapi jika ada ketersediaan bahan baku di Yogya tetap ia akan produksk. “Tapi mungkin nanti harganya bakal dinaikkan kalau memang masih minim stoknya. Harapannya harga segera normal,” tandas Parjiyah. Salah satu pedagang di Pasar Gamping Martijah (55) warga Selarong Pajangan Bantul menuturkan, setelah tahun baru ketersediaan tempe cukup langka. Senin (4/1) ini ia mendapat 60 bungkus tempe dan langsung terjual habis. “Kalau harga tidak naik, harga tempe Rp 2.000 hingga Rp 3.000 dan tahu Rp 3.000 hingga Rp 3.500, hanya barangnya yang sekarang tidak sebanyak biasanya,” tutur Martijah.

BERITA REKOMENDASI