UPN Veteran Yogyakarta Kembangkan Tumpangsari Porang Empon-empon

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Optimalisasi lahan pertanian dan inovasi tanaman, kini kian banyak dilakukan berbagai institusi. Terlebih di masa pandemi, komoditas pertanian yang makin populer adalah empon-enpon yang diyakini banyak manfaatnya dan memiliki nilai jual.

Lahan hutan Jati yang merupakan lahan milik UPN “Veteran” Yogyakarta, merupakan lahan yang berlokasi di Desa Pacaredjo Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul pemanfaatannya dirasa belum belum optimal. Untuk memanfaatkan lahan tersebut, periode musim hujan tahun lalu telah dimanfaatkan untuk ditanami tanaman porang.

Tim Pengabdi dari para dosen Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta, yang terdiri Dr. Ir. Sumarwoto, MP; Dr.Ir.O.S. Padmini, MSi dan Dr.Dwi Aulia Puspitaningrum, SP. MP. merasa terpanggil, untuk mengoptimalkan penggunaan lahan tersebut melalui tumpangsari porang dengan empon-empon.

“Diharapkan kelak hasil usaha taninya, selain porang juga dihasilkan empon-empon. Empon empon yang diusahakan adalah jahe emprit, jahe merah, kunyit, temulawak, temugiring dan sebagian besar dibudidayakan di lahan bawah tegakan hutan jati Semanu,” kata Dr.Ir.Sumarwoto, MP ketua tim Pengabdi.

Pemilihan komoditas empon-empon yang ditumpangsarikan dengan porang, saat ini rasanya merupakan pilihan komoditas yang tepat. Selain dapat memanfaatkan lahan agar lebih optimal, juga kelak dapat memberikan peningkatan kesejahteraan ekonomi bagi penduduk sekitar lahan Jati tersebut.

Penyuluhan dan Pelatihan

Untuk membekali pengetahuan dan ketrampilan penduduk sekitar, sebelum panen, dilakukan penyuluhan dan pelatihan. Penyuluhan dan pelatihan dilakukan, pada 21 Agustus 2021, 27 Agustus 2021 dan 20 September 2021. Tim melakukan koordinasi dengan KWT Berbudi Dua, yang merupakan salahsatu KWT di Kalurahan Pacarejo yang angotanya ibu-ibu muda yang sangat bersemangat. Apalagi, sebelumnya tidak ada kegiatan yang berarti di organisasinya.

Setelah berintaraksi dengan Tim Pengabdi, KWT makin semangat karena akan mendapat pelatihan membuat produk minuman olahan berdasar empon empon dan jahe. Kelak bisa jadi tambahan penghasilan.

Sebelumnya, KWT ini sudah mendapatkan penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan chip porang, pada 24 -25 Mei 2021 . Maka lengkap sudah bagi KWT Berbudi Dua tersebut, mendapatkan ketrampilan untuk menangani hasil panen porang dan empon-empon, sehingga kelak jika sudah saatnya pada musim panen, yang baik bahan utama yang diperoleh dari lahan UPN “Veteran” Yogyakarta, maupun dari lahan pekarangan sendiri, sudah siap menanganinya.

Pemasaran Langsung dan online

KWT ini sudah mendapatkan penyuluhan dan pelatihan, tentang cara pengemasan dan bahan kemas yang baik untuk empon-empon dan jahe yang telah dihasilkan. Saat ini produk mereka sudah banyak di jualbelikan di sekitar Kecamatan Semanu. Pemasaran selain secara langsung, juga dikomunikasikan dan dilayani melaui sosial media sepert WA, Instagram, Market place , Facebook dan SMS.

“Hal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam kemajuan KWT-KWT lain se-kalurahan Pacarejo dan kalurahan lain, serta KWT yang ada di Semanu khususnya dan Gunungkidul pada umumnya,” kata Dr.Dwi Aulia P, MP dan Dr.O.S.Padmini, MP, anggota tim tersebut mengakhiri pembicaraannya dengan KRJOGJA.com. (*)

BERITA REKOMENDASI