Upsst..Patah Hati Bisa Sebabkan Cedera Otak Berat

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Trauma patah hati ternyata bisa menyebabkan cedera otak berat. Kalimat tersebut sekilas membuat kita tertawa sekaligus bertanya, apakah betul sakit hati bisa membuat otak kita cedera parah?

Namun ternyata pernyataan tersebut mendapat penguatan dari dr Ryu Hasan, Sp. BS, seorang neuro scientist. Menurut dr Ryu dalam kehidupan sehari-hari, sekitar 90 persen dari segala aspek kehidupan dikendalikan atau di drive oleh kecerdasan emosional serta sosial.

Emosional selalu dekat dengan rasa dan hal tersebut menurut dr Ryu harus selalu dilatih. “Tak heran bila kita sering mendengar orang jadi sakit atau bahkan stres ketika putus cinta, ini karena kecerdasan emosional tidak dilatih dengan baik,” ungkap dr Ryu dalam talkshow bersama milenial di AA Creative Sleman, Jumat (14/2/2020) petang.

Inilah sebab mengapa kita harus terus melatih kecerdasan emosional untuk kemudian mewujudkan kecerdasan sosial. Ryu lantas mencontohkan, bagaimana cara Jepang mendidik disiplin warganya, menyentuh sisi emosional ketimbang kognitif yang tak dipungkiri saat ini masih jadi tujuan utama kurikulum sekolah Indonesia.

“Di Jepang, anak-anak sejak dini dilatih untuk menjaga kebersihan dengan menyimpan sampah di saku atau di tas dan selanjutnya dibuang di tempat sampah. Kalau di Indonesia, ada sampah di saku atau tas, justru dimarahi orangtua. Begitu pula budaya antre, sejak dini mereka dilatih untuk antre sembari praktek,” sambung Ryu.

Ryu Hasan juga menjelaskan dalam relasi pasangan entah itu suami istri, pacar dan lain sebagainya, satu sama lain perlu terus melatih kecerdasan emosional. Hal ini karena tak jarang, emosi yang meluap karena suatu permasalahan menjadikan sebuah hubungan kandas di tengah jalan.

“Kadang kita rese misalnya, mau tahu isi handphone pasangan tapi nanti ujung-ujungnya emosi dan sakit hati terus putus atau malah jadi arahnya ke cerai. Di sini kita harus benar-benar bisa mengelola emosi, ya dengan terus latihan,” tandas dia.

Sementara Almira dari AA Creative menambahkan, talkshow yang digelar dengan mengundang berbagai elemen generasi muda tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengisi peringatan Hari Valentine. Dia melihat, ada kecenderungan remaja-remaja masa sekarang abai dengan kecerdasan emosi dan kecerdasan sosial yang justru sangat penting dikembangkan. (Fxh)

 

BERITA TERKAIT