Usai Pimpin 38 Laga Leg Asia di Thailand, Wahyana Karantina Jalani Lima Hari 

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Nama sosok Wahyana di jajaran Pengda PBSI DIY bahkan PP PBSI sudah tidak asing lagi. Sepakterjangnya di dunia wasit bulutangkis internasional sudah tak diragukan.

Sejak mengantongi BWF Certification (sertifikat wasit tertinggi BWF) beberapa tahun lalu, Wahyana acapkali dipercaya oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menjadi wasit utama dan hakim servis. Wahyana sudah bertugas sebanyak 88 kali kejuaraan di level internasional baik yang digeber di Indonesia maupun di luar negeri.

Yang terbaru, Wahyana yang berasal dari Gancahan 7 Sidomulyo, Godean, Sleman pada masa pandemi covid-19 kembali bertugas menjadi wasit bulutangkis internasional di Bangkok. Thailand. Ia baru saja dipercaya menjadi wasit utama dan hakim servis dalam ajang bulutangkis Leg Asia Super 1.000 BWF Yonex dan Toyota Thailand 2021 serta turnamen BWF World Tour Finals 2020.

Selama tiga pekan mulai Selasa (12/01/2021) hingga 31 Januari 2021, Wahyana berada di Negeri Gajah Putih, Thailand untuk memimpin pertandingan ketiga turnamen bulutangkis Super 1.000 BWF tersebut.

Namun sebelum tanggal 12 Januari 2021, Wahyana bersama wasit BWF Qomarul Lailiah (Surabaya) dan wasit BWF dari negara lain sudah tiba di Thailand guna menjalani protokol kesehatan (prokes) karantina di Thailand. Setelah menyelesaikan tugas menjadi wasit di Thailand, Wahyana bersama Qomarul kembali ke Indonesia.

Namun Wahyana dari Thailand tidak langsung pulang ke daerah asal Yogya, tapi langsung menuju Jakarta untuk menjalani karantina selama 5 hari di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta yang ditetapkan Pemerintah Indonesia.

“Setelah selesai bertugas di Thailand kembali ke Indonesia, ternyata ada peraturan pemerintah terbaru tertanggal 2 Februari 2021 yang menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia yang dari luar negeri harus melalui Jakarta dan harus menjalani karantina selama 5 hari sebelum pulang ke daerah masing-masing. Selain itu diharuskan PCR swab dua kali. Jika hasil Swab terakhir negatif, maka diperbolehkan pulang,” ujar Wahyana.

Menurut Wahyana, untuk karantina hotelnya ditentukan pemerintah. Biayanya selama 5 hari dan PCR Swab dua kali cukup mahal yaitu Rp 8.400.000. “Belum tahu ini bisa di klaim ke BWF atau tidak, masih komunikasi dengan BWF. Saya menunggu hasil, harapannya bisa diganti biaya PCR Swabnya. Selama di Thailand, juga harus karantina,” tambahnya.

Setiap 4 hari sekali harus PCR Swab. Tidak boleh keluar kamar sama sekali. “Jadi dari kamar langsung ke stadium (tempat pertandingan Impact Arena Bangkok) dengan pengawalan kletat. Tempat duduk di Stadium juga tidak boleh berpindah-pindah. Meja dan kursi sudah ada nama masing-masing,” ungkap Wahyana.

Diakui Wahyana, selama bertugas memimpin pertandingan di turnamen Leg Asia di Bangkok, Thailand tidak ada kendala sama sekali. Semua berjalan lancar dan selesai dengan baik.

“Perasaan grogi tidak ada, karena sudah biasa live TV internasional. Sedangkan syarat untuk menjadi wasit utama harus memiliki pengetahuan tentang peraturan bulutangkis secara keseluruhan, penguasaan manajemen lapangan, kontrol pemain, kosa kata yang sesuai. Begitu pula menjadi hakim servis, ya harus tahu persis kreteria servis yang benar, punya keberanian men-fault jika pemain melanggar aturan,” pungkasnya. (Rar)

 

BERITA REKOMENDASI