Usai Tusuk Bos dan Bakar Kafe, Pelaku Tewas Gantung Diri

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Seorang sekuriti sebuah kafe di Dusun Candi Ijo, Sambirejo, Prambanan yang tega menusuk ownernya dan membakar bangunan kafe ditemukan tewas tergantung di ruang pertemuan rapat karyawan. Peristiwa terjadi usai pelaku Waluyo (54) membakar bangunan kafe. Sontak temuan itu menggegerkan warga setempat.

"Saat ditemukan korban sudah dalam posisi meninggal tergantung. Yang menurunkan jenasah adalah anaknya sendiri karena menunggu tim identifikasi polres Sleman yang tak kunjung datang," kata Kapolsek Prambanan Kompol Rini Anggraini, didampingi Kanit Reskrim Iptu Sularsihono. Kamis (03/10/19).

Menurut Rini, anak korban mengetahui ayahnya meningga setelah menerima kabar. Tak lama anaknya bergegas mendatangi lokasi kejadian.

"Saat itu tim identifikasi Polres Sleman sedang dalam perjalanan. Kemudian jenazah korban diturunkan sendiri oleh anaknya. Jenasah sudah di bawa keluar cafe," ucapnya.

Sementara itu, menurut Sularsihono, jenasah Waluyo dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta untuk dilakukan inafis. Selanjutnya jenasah langsung di pulangkan ke rumah duka Klaten, Jawa Tengah untuk dimakamkan.

Kendati demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan dan melakukan gelar perkara kasus tersebut. Rini menyebut dimungkinkan akan ajukan SP3 karena pelakunya sudah meninggal dunia.

Dijelaskannya, peristiwa bermula pada saat Waluyo menganiaya dan menusuk Ownernya pada Rabu (02/10/19) pukul 19:00 WIB. Hal tersebut lantaran pelaku diberhentikan dari pekerjaanya.

Berita terkait:
Tak Terima Diberhentikan, Satpam Tusuk Bosnya

Korban Sagung Gede Indrawati (51) warga Damaran, Klaten Jawa Tengah, dan satu karyawannya yang turut menjadi korban, Amin Jamjam Siti Supriyaningsih (32) warga Patuk Gunungkidul. Keduanya mengalami luka tusukan pisau belati yang diayunkan pelaku.

"Korban mengalami luka tusuk bagian pinggang, dada, perut dan dagu. Keduanya dilarikan ke RSUD Prambanan guna menjalani perawatan," jelasnya.

Selanjutnya, karyawan cafe yang menyaksikan kejadian tersebut langsung melaporkan kasus penganiayaan ke Mapolsek Prambanan.

Tak cukup sampai di sana, pelaku yang belum sempat diamankan karena melarikan diri kembali berulah. Pelaku membakar cafe tempat dia bekerja dulu. Beruntung api berhasil dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan.

"Kejadian sekitar Kamis dini pukul 02:00 WIB setelah penganiayaan. Api berhasil dipadamkam sekitar pukul 04.00 WIB. Imbuhnya.

Menurut Sularsihono, dari keterangan Candra (34) karyawan cafe, mengatakan, sebelum kejadian, pihaknya sedang melangsungkan rapat evaluasi terhadap para karyawan.

"Sebelum rapar, Waluyo terlibat adu mulut dengan karyawan kafe lain," terangnya.

Setelahnya, Waluyo masuk ke ruang rapat. Pelaku berusaha menusuk owner dengan menggunakan pisau belati tersebut. Sementara, beberapa orang saksi yang tak lain karyawan setempat lantas berusaha merebut pisau belati dari tangan pelaku.

"Sebelum pisau direbut, pelaku justru menempelkan pisau itu ke lehernya sendiri sambil berkata 'lebih baik saya bunuh diri dari pada urusan sama polisi',"bebernya.

Sularsihono mengaku belum mengetahui secara persis pelaku diberhentikan dari pekerjaanya sebagai scurity. Karena korban masih dalam perawatan. (Ive)

 

BERITA REKOMENDASI